Jakarta, TopBusiness—PT Pos Properti Indonesia, pada saat ini, berkomitmen tinggi untuk terus menguatkan sistem human capital (HC) di perusahaan tersebut.
“Kami pun perlu fokus dan menghubungkan strategi perusahaan dengan budaya kerja,” kata CEO Pos Properti Indonesia, Nina Risnasari, kepada Dewan Juri Top Human Capital Awards 2026 gelaran Majalah TopBusiness (12/10/2026).
Dalam momen yang digelar melalui Zoom tersebut, Nina pun mengatakan bahwa Pos Properti berupaya agar sistem HC bisa berperan untuk aspek keberlanjutan perusahaan tersebut.
Di kesempatan yang sama, CFO Pos Properti Indonesia, Endro Tjahjono, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut kini mengelola aset properti PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. “Dalam hal tersebut, aset properti tersebut harus memberikan keuntungan untuk para pemangku kepentingan,” Endro menjelaskan.
Selain mengelola dan mengoptimalkan aset properti yang telah ada, Pos Properti pun mendapatkan tugas tertentu. Yakni, membangun gedung yang terkait dengan kiprah Pos Indonesia.
Head of HC Development and Strategy Department Pos Properti Indonesia, Dila Fadilah, menjelaskan bahwa Pos Properti memaralelkan strategi HC dengan visi, misi, dan pilar yang dimiliki perusahaan tersebut.
“Jadi, sistem HC Pos Properti mendukung empat pilar perusahaan. Yaitu pertumbuhan bisnis, manajemen HC, teknologi informasi, serta risiko-pengendalian,” Dila menambahkan.
Adapun Vice President HC Management Pos Properti Indonesia, Wandana Wibawa, mengatakan bahwa keberadaaan bisnis konstruksi di perusahaan itu dilatari hal tertentu. Yakni bahwa karena punya misi besar ‘optimalisasi aset properti’, Pos Properti memerlukan jasa konstruksi. Alhasil, bisnis konstruksi tersebut pun dihadirkan.
“Dalam lingkup HC, yang menjadi tantangan bagi kami adalah menyusun kompetensi teknis personal untuk bidang properti yang berlainan. Antara lain untuk hotel, konstruksi, dan lain-lain,” kata Wandana.
Endro Thajono menambahkan bahwa, saat ini, aset properti yang dikelola oleh perusahaan tersebut seluas 125.000 m2. “Mayoritas pendapatan utama kami berasal dari aset proeprti di Jawa. Itu khususnya di Jabodetabek,” kata Endro.
