BPSDM Kementerian Pertahanan mengandalkan penguatan karakter Bela Negara, manajemen talenta, dan transformasi digital untuk membangun SDM pertahanan yang tangguh dan profesional.
Jakarta, TopBusiness – BPSDM Kementerian Pertahanan memaparkan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertahanan dalam wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2026, Selasa (13/10/2026). Strategi tersebut menitikberatkan pada penguatan kompetensi, manajemen talenta, transformasi digital, serta pembentukan karakter Bela Negara.
Dalam penjurian yang diselenggarakan secara daring, BPSDM Han Kemhan membawakan presentasi bertajuk “Strategi BPSDM Han Kemhan dalam Mewujudkan SDM HAN Tangguh yang Berkarakter Bela Negara”.
Presentasi itu menjelaskan bagaimana pengelolaan human capital atau sumber daya manusia dirancang untuk mendukung kebutuhan organisasi pertahanan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kompetensi pegawai.
Tim BPSDM Han Kemhan yang mengikuti penjurian, antara lain: Laksamana Pertama TNI Anis Rusdiyono, Sekretaris BPSDM Han Kemhan; Syamsu Rizal, Kepala Pusat Pengelolaan Manajemen SDM Han; Kolonel Arm Ferry Ismail, Kepala Bagian Standardisasi Pengembangan Kompetensi Set BPSDM Han Kemhan; serta Riska Riskawati, Kepala Bidang Pemetaan dan Retensi Talenta Puslakom SDM Han.
Mengembangkan kompetensi SDM pertahanan
BPSDM Han Kemhan merupakan unit yang menyelenggarakan pengembangan SDM di bidang pertahanan. Lembaga ini memiliki empat pusat dengan bidang kerja meliputi kepemimpinan dan manajerial, bahasa, Bela Negara, serta pengelolaan manajemen talenta SDM di lingkungan Kementerian Pertahanan.
“Visinya adalah meningkatkan kualitas pelatihan pertahanan sekaligus memperkuat karakter dan jati diri bangsa. Untuk mewujudkannya, pengembangan SDM diarahkan agar selaras dengan kebutuhan organisasi, standar kompetensi jabatan, dan sasaran kinerja,” kata Sekretaris BPSDM Han Kemhan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Anis Rusdiyono, S.T., M.M.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui Human Capital Management System (HCMS), yakni sistem pengelolaan SDM yang menghubungkan strategi organisasi dengan perencanaan kebutuhan pegawai, pelatihan, pengembangan talenta, dan pengukuran hasil.
“Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan meningkat dari 13.583 orang pada 2024 menjadi 17.805 orang pada 2025, atau bertambah sekitar 31 persen,” ungkap Laksma TNI Anis.
Lima program unggulan pengembangan SDM
Lebih lanjut, Laksma TNI Anis memaparkan sejumlah program unggulan BPSDM Kemenhan, yaitu:
Rabu Bela Negara. Program ini mengintegrasikan nilai Bela Negara dalam pengembangan SDM dan menghadirkan ruang Immersive Bela Negara sebagai sarana edukasi. Masyarakat dan pelajar di sekitar juga mendapat kesempatan mengunjungi fasilitas tersebut.
Di bidang pelayanan, BPSDM Han Kemhan mengembangkan layanan satu pintu yang mempermudah akses terhadap program pengembangan kompetensi berbasis digital. Sementara itu, One Day Service Test menyediakan layanan tes bahasa bagi personel Kemhan dan TNI yang akan mengikuti pendidikan atau penugasan luar negeri, dengan penyelesaian hasil dalam satu hari kerja.
BPSDM Han Kemhan juga mengembangkan instrumen asesmen untuk mendukung pengelolaan talenta. Situational Judgement Test (SiJITU) digunakan untuk mengukur kemampuan mengambil keputusan, berpikir kritis, dan keterampilan nonteknis. Tes Kognitif Sebelas mengukur potensi intelegensi pegawai, sedangkan PATRIOT memetakan kemampuan adaptasi karier prajurit.
Digitalisasi turut diterapkan dalam proses pembelajaran dan administrasi. Melalui sistem KMS dan OMS, proses pelatihan dapat mencakup pendaftaran, akses materi, kuis, hingga penerbitan sertifikat. OMS juga mendukung surat-menyurat, pengarsipan, dan pendelegasian tugas secara digital.
Membangun kompetensi yang memperkuat karakter Bela Negara
Laksma TNI Anis menekankan pentingnya keterkaitan pengembangan kompetensi dengan kebutuhan organisasi.
“Pengembangan SDM pertahanan harus berjalan searah dengan kebutuhan organisasi. Kami berupaya membangun kompetensi yang relevan, memperkuat karakter Bela Negara, serta memanfaatkan teknologi agar proses pembelajaran dan pelayanan semakin efektif,” jelasnya.
Bagi BPSDM Han Kemhan, penguatan HCMS menjadi bagian dari upaya membangun SDM pertahanan yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan berkarakter Bela Negara.
Mendorong keunggulan human capital berkelanjutan
TOP Human Capital Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness dengan tema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”. Ajang ini didukung sejumlah pihak yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pengembangan human capital di Indonesia, termasuk asosiasi, konsultan, praktisi, dan akademisi perguruan tinggi.
Tim juri dalam kegiatan ini yaitu: Kusuma Prabandari dari Dwika Consulting, Ina Sawitri dari Yayasan Pakem, Thendri Supriatno dari Masyarakat Investor Independen, serta Aldrin Herwany dari Perbanas Institute Jakarta.
Dalam sesi Nilai Tambah, dewan juri menyampaikan bahwa BPSDM Han Kemhan telah memiliki fondasi HCMS yang luas. Tantangan berikutnya adalah memperkuat bukti dampak program, mempertajam keunggulan inovasi, dan menunjukkan hubungan antara pengembangan SDM dengan hasilnya bagi organisasi.
