Jakarta, TopBusiness—Artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) kini memertajam cara bekerjanya di Asia Pasifik. Namun, efek pertama terlihat di struktur pekerja dibandingkan di ukuran perkantoran.
Hal itu dikatakan oleh Managing Director, Occupier Services, Asia Pacific at Colliers, Mike Davis, dalam keterangan yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness, hari ini.
Riset The Colliers Asia Pacific Workplace Insights memaparkan bahwa AI dapat membuat hal yang lebih penting dalam pekerjaan kantor, misalnya digunakan untuk lebih memungkinkan kolaborasi, pembelajaran, dan inovasi.
Riset itu menyimpulkan bahwa mayoritas model tempat kerja telah dibentuk ulang, dan dengan sebagian besar telah bergeser dari fokus kepada ‘kehadiran’ menjadi ke ‘performa’ serta nilai yang diberikan untuk tempat bekerja.
Tren kenaikan biaya telah mengakselerasi fokus ke performa, dengan alokasi biaya terfokus ke tempat kerja yang mendukung berkembangnya talenta, produktivitas, dan pertumbuhan.
“Pertumbuhan di Asia Pasifik masih bagus, digarisbawahi oleh talenta, kompetensi, dan efisiensi biaya,” kata Davis.
