TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PDSI Siapkan Talenta Unggul Berstandar Internasional Menuju Pasar Global

Albarsyah
14 October 2026 | 14:57
rubrik: Event
PDSI Siapkan Talenta Unggul Berstandar Internasional Menuju Pasar Global

Jakarta, TopBusiness — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling/PDSI) terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mencetak talenta unggul berstandar internasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Human Capital (HC) dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional sekaligus mempersiapkan ekspansi bisnis perusahaan ke pasar global.

Komitmen tersebut ditegaskan Vice President Human Capital PDSI, Abimanyu Suryadi, dalam pemaparan di hadapan dewan juri TOP HC Awards 2026, pada Oktober 2026.

Menurut Abimanyu, pengembangan talenta menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri jasa pengeboran yang semakin kompetitif, dinamis, dan menuntut standar keselamatan serta kompetensi kelas dunia.

“Kami mempersiapkan talenta-talenta unggul agar PDSI terus mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi migas nasional. Di sisi lain, kompetensi pekerja juga harus memenuhi standar internasional agar mampu bersaing dan mendukung pengembangan bisnis perusahaan di pasar global,” tegas Abimanyu.

Saat ini, PDSI memiliki 59 rig yang terdiri atas 53 rig onshore, dua rig offshore, dan empat offshore jack rig. Dengan kapasitas armada tersebut, PDSI menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama industri jasa pengeboran di kawasan Asia Pasifik.

Abimanyu menjelaskan, penguatan kapabilitas SDM menjadi kebutuhan strategis mengingat PDSI menjalankan bisnis yang kompleks dan berisiko tinggi, mulai dari jasa pengeboran minyak, gas, dan panas bumi hingga solusi pengelolaan sumur secara terintegrasi.

Secara umum, bisnis perusahaan ditopang lima pilar layanan utama, yakni Drilling Services, Workover & Well Services, Associated Drilling Services, Integrated Solutions, serta jasa pendukung operasional migas melalui anak usaha PT Pertamina Drilling Contractor (PDC).

Layanan tersebut mencakup kegiatan pengeboran sumur baru, pemeliharaan dan perbaikan sumur, pengeboran berarah, pengelolaan lumpur pengeboran, penyemenan sumur, logistik energi, hingga layanan End-to-End Well Delivery.

“Kompleksitas bisnis ini membutuhkan SDM yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, adaptasi teknologi, disiplin keselamatan, dan pemahaman bisnis yang kuat,” ujarnya.

Great People, Great Performance

Dalam mengembangkan SDM, PDSI mengusung strategi “Great People, Great Performance”, yang menempatkan kualitas manusia sebagai penggerak utama peningkatan produktivitas, efisiensi, keselamatan operasional, dan keberlanjutan bisnis.

Strategi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan Human Capital yang dirancang secara terintegrasi, mulai dari pengembangan kompetensi teknis, pembentukan talent pool, transformasi pembelajaran digital, hingga penguatan budaya kerja inklusif.

Salah satu program andalannya adalah Drilling Well Engineer Trainee (DWET) dan Drilling Well Diploma Trainee (DWDT).

BACA JUGA:   Pertamina Drilling Ajarkan Gen Z Kaplongan Inovasi Cairan Anti Korosif dari Sampah Organik

Kedua program tersebut menjadi terobosan strategis dalam mempersiapkan generasi baru tenaga profesional pengeboran melalui pelatihan intensif, penguatan keterampilan teknis, pengalaman pembelajaran operasional, serta sertifikasi kompetensi industri.

Menurut Abimanyu, program DWET dan DWDT tidak sekadar memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga kesinambungan keahlian industri pengeboran nasional.

Program DWET bahkan telah memperoleh pengakuan melalui penghargaan nasional, antara lain kategori Best Innovation dan Best Human Investment.

“Pengembangan talenta harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kami tidak hanya menyiapkan pekerja untuk kebutuhan operasional hari ini, tetapi juga calon pemimpin dan tenaga ahli yang mampu menjawab tantangan bisnis masa depan,” jelasnya.

IDTC Jadi Pusat Pengembangan Kompetensi Internasional

Penguatan SDM PDSI juga dilakukan melalui optimalisasi Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai center of excellence pembelajaran dan pelatihan pengeboran, sekaligus menjadi instrumen penting dalam membangun standar kompetensi tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan industri energi global.

IDTC tidak hanya melayani pelatihan pekerja internal PDSI dan mitra industri nasional, tetapi juga mendukung kegiatan capacity building internasional.

Sejumlah program pelatihan telah melibatkan tenaga kerja sektor migas dari negara lain, termasuk Timor Leste dan Namibia. Hal ini menunjukkan potensi IDTC untuk menjadi pusat pengembangan kompetensi pengeboran yang memiliki daya saing internasional.

Selain itu, IDTC berperan dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan ekosistem tenaga kerja terampil di daerah.

Abimanyu menilai, pengembangan fasilitas pelatihan berstandar internasional merupakan investasi strategis yang memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus memperkuat reputasi PDSI dalam industri pengeboran global.

Transformasi Digital dan Penguatan Budaya Inklusif

Dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan pembelajaran yang semakin dinamis, HC PDSI juga mengembangkan D-Library, sebuah platform pembelajaran digital yang berfungsi sebagai pusat pengetahuan dan informasi terkait industri pengeboran minyak dan gas.

Melalui platform tersebut, pekerja dapat mengakses materi pembelajaran dan referensi teknis secara lebih fleksibel, sehingga proses peningkatan kompetensi tidak hanya bergantung pada pelatihan tatap muka.

Transformasi pembelajaran digital ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pengetahuan, memperkuat budaya belajar mandiri, serta mendukung peningkatan kapabilitas organisasi secara berkelanjutan.

Di sisi lain, PDSI turut memperkuat penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) melalui program PERTIWI (Perempuan Tanggung Inspiratif Berwibawa dan Integritas).

BACA JUGA:   MBSS Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Rehabilitasi Mangrove di Desa Tahoa

Program tersebut menjadi wadah pemberdayaan pekerja perempuan, yang jumlahnya mendekati 13 persen dari keseluruhan pekerja PDSI.

Melalui PERTIWI, perusahaan mendorong peningkatan kapasitas personal dan profesional pekerja perempuan, memperluas kesempatan pengembangan karier, serta memperkuat implementasi budaya Respectful Workplace.

“Kami ingin membangun lingkungan kerja yang memberikan kesempatan berkembang secara adil bagi seluruh pekerja. Budaya kerja yang inklusif dan saling menghormati menjadi fondasi penting bagi terciptanya organisasi yang sehat dan berkinerja tinggi,” kata Abimanyu.

Kepemimpinan Berbasis Keselamatan

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri berisiko tinggi, PDSI menempatkan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai kompetensi mendasar yang wajib dimiliki seluruh pekerja.

Kegiatan pengeboran PDSI di lapangan pertamina hulu energi cirebon

Untuk itu, perusahaan menjalankan HSSE Drilling Leadership Development Program melalui kolaborasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, integritas, dan kesadaran terhadap keselamatan kerja bagi para pekerja serta pemimpin operasional pengeboran.

Menurut Abimanyu, kepemimpinan dalam industri pengeboran tidak hanya diukur dari kemampuan mencapai target produksi, tetapi juga dari keberhasilan memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman, andal, dan bertanggung jawab.

“Keselamatan merupakan prioritas utama. Karena itu, pengembangan kepemimpinan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya HSSE, sehingga setiap pemimpin mampu menjadi teladan dalam penerapan standar keselamatan kerja,” tegasnya.

Transformasi HC Menjadi Strategic Business Partner

Lebih lanjut, Abimanyu mengungkapkan bahwa PDSI terus melakukan transformasi fungsi Human Capital dari peran administratif menuju mitra bisnis strategis atau strategic business partner.

Transformasi ini diwujudkan melalui penerapan standar kompetensi HC yang selaras dengan strategi korporasi dan kebutuhan operasional industri pengeboran.

Menurutnya, standar kompetensi tersebut mencakup empat aspek utama, yakni pemahaman strategis dan bisnis, sertifikasi profesional HC, penguasaan dasar teknis operasional migas dan HSSE, serta kemampuan mengelola budaya organisasi dan perubahan.

Pada aspek strategic business partnering, insan HC dituntut memiliki pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis pengeboran atau drilling business acumen.

Dengan demikian, setiap kebijakan pengelolaan SDM harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi operasional rig, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan bisnis perusahaan.

PDSI juga menyelaraskan Human Capital Development Plan (HCDP) dengan sasaran dan target tahunan perusahaan agar investasi pengembangan SDM memberikan nilai tambah yang terukur.

“Human Capital tidak boleh hanya berorientasi pada administrasi kepegawaian. HC harus memahami bisnis, mampu membaca kebutuhan organisasi, dan menjadi mitra strategis manajemen dalam meningkatkan kinerja perusahaan,” ungkap Abimanyu.

BACA JUGA:   Inacraft 2024 Targetkan Kontrak Dagang Rp188 Miliar
Perkuat Sertifikasi Profesional HC

Untuk menjamin kualitas pengelolaan SDM, PDSI turut mendorong peningkatan kompetensi profesional jajaran Human Capital melalui sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional.

Sejumlah sertifikasi yang menjadi bagian dari penguatan kapabilitas HC antara lain Certified Human Resource Professional (CHRP/CHCP), Certified Risk Professional (CRP), dan Certified Global Manager Human Capital (C-GMHC).

Penguasaan kompetensi tersebut dinilai penting agar praktisi HC mampu menjalankan fungsi pengembangan organisasi, manajemen talenta, pengelolaan risiko SDM, dan transformasi bisnis secara profesional.

Tidak hanya itu, insan HC PDSI juga dituntut memahami karakteristik operasional pengeboran dan penerapan standar keselamatan, termasuk Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, fungsi HC berkolaborasi dengan IDTC serta lembaga pengembangan kompetensi migas, termasuk PPSDM Migas, dalam penyusunan program pembelajaran dan sertifikasi pekerja.

Sementara itu, kompetensi pengelolaan budaya organisasi diarahkan pada penguatan prinsip DEI, implementasi Respectful Workplace, serta kemampuan menjalankan manajemen perubahan.

Abimanyu menegaskan, standardisasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh insan HC memiliki kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan bisnis perusahaan.

Siap Bersaing di Pasar Global

Berbagai inovasi pengelolaan SDM tersebut turut mengantarkan insan Human Capital PDSI memperoleh pengakuan dalam ajang penghargaan profesional, termasuk BusinessAsia Human Capital Awards.

Bagi PDSI, penghargaan bukan semata-mata menjadi simbol pencapaian, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap konsistensi perusahaan dalam membangun sistem pengelolaan SDM yang inovatif, profesional, dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan talenta muda, penguatan pusat pelatihan, digitalisasi pembelajaran, penerapan budaya inklusif, serta standardisasi kompetensi profesional, PDSI optimistis dapat memperkuat daya saing bisnis di tingkat nasional maupun internasional.

Abimanyu menegaskan bahwa kesiapan memasuki pasar global tidak cukup hanya ditopang oleh kepemilikan armada rig dan kemampuan teknologi pengeboran. Faktor manusia tetap menjadi penentu utama keberhasilan perusahaan.

“Untuk menjadi perusahaan jasa pengeboran yang mampu bersaing di pasar global, kami harus memiliki talenta yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan berstandar internasional. Itulah komitmen Human Capital PDSI melalui semangat Great People, Great Performance,” pungkas Abimanyu.

Dengan strategi tersebut, PDSI berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan jasa pengeboran unggulan yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu menghadirkan layanan dan talenta Indonesia yang kompetitif di industri energi dunia.

Tags: pdsi
Previous Post

Peringati World Standards Day 2026, BSN Perkuat Peran Standardisasi dalam Pengembangan Teknologi Hidrogen

Next Post

Secara Rata-rata, Harga Rumah Sekunder Kalah oleh Laju Inflasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR