TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BSI Perluas E-Channel sebagai Gerbang Ekosistem Keuangan Syariah

Nurdian Akhmad
15 October 2026 | 09:43
rubrik: Business Info
Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

foto: bankbsi.co.id

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat layanan perbankan digital untuk memperluas penetrasi keuangan syariah di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pasar ekonomi halal nasional, sekaligus menjangkau generasi muda yang semakin mengandalkan layanan digital dalam aktivitas finansial.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, potensi pasar ekonomi Islam global menjangkau sekitar 2 miliar orang. Sementara itu, populasi muslim di Indonesia tercatat mencapai 251 juta jiwa atau sekitar 87% dari total penduduk, dengan 69% di antaranya berada pada usia produktif.

Besarnya populasi muslim tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem halal di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan layanan keuangan syariah. Saat ini, BSI memiliki basis nasabah sebanyak 24,3 juta orang, sehingga masih terdapat ruang untuk memperluas penetrasi pasar.

SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir mengatakan, perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu faktor yang mendorong pengembangan layanan digital perseroan.

“Fenomena menarik bahwa saat ini anak-anak muda sudah mulai mengenal dan memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan value. Terlebih saat ini didukung perkembangan ekonomi digital yang pesat, kami terus bertransformasi mengembangkan berbagai layanan secara digital untuk menjangkau kebutuhan nasabah individu maupun korporasi,” ujar Munir dalam keterangannya yang dikutip Kamis (15/10/2026).

Untuk menyasar segmen ritel, BSI menghadirkan layanan digital yang mencakup berbagai kebutuhan finansial, mulai dari pengajuan pembiayaan, kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, pembiayaan multiguna, pembiayaan otomotif, hingga pembiayaan perumahan.

Selain itu, melalui izin sebagai bank bullion atau bank emas, BSI memperluas akses masyarakat terhadap layanan emas, mulai dari pembelian, penjualan, hingga transfer emas.

BACA JUGA:   Medco E&P Natuna Ltd Tajak Sumur West Belut-1

Pengembangan layanan digital tersebut melengkapi jaringan fisik BSI yang tersebar di lebih dari 1.000 kantor cabang. Perseroan juga didukung sekitar 130.000 layanan BSI Agen, kanal pembayaran QRIS, mesin EDC, layanan BEWIZE, serta sekitar 10 juta pengguna mobile banking.

BSI turut memperluas jangkauan transaksi lintas negara melalui QRIS Border yang mencakup sejumlah negara, antara lain Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan China. Perseroan juga mengembangkan layanan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat Indonesia di Arab Saudi, khususnya saat menjalankan ibadah haji dan umrah.

Menurut Munir, penguatan e-channel menjadi bagian dari transformasi digital BSI untuk menjadikan kanal elektronik sebagai gerbang utama menuju ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap layanan perbankan modern sekaligus memperluas jangkauan pasar.

BSI juga melihat generasi muda sebagai salah satu pendorong pertumbuhan industri keuangan syariah pada masa mendatang. Karena itu, pengembangan layanan tidak hanya berfokus pada kemudahan dan kecepatan transaksi, tetapi juga pada pengalaman perbankan yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan nasabah.

Pengalaman tersebut mencakup layanan yang berkaitan dengan gaya hidup halal serta layanan sosial, seperti donasi dan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pembukaan rekening, transfer, investasi, pembayaran, hingga layanan ZISWAF.

“Ke depan, e-channel tidak lagi sekadar sarana transaksi, tetapi menjadi gerbang utama yang menghubungkan nasabah dengan berbagai kebutuhan finansial dan gaya hidup halal. Pendekatan ini kami lakukan untuk membangun engagement yang lebih kuat dengan generasi muda sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia,” kata Munir.

Melalui pengembangan layanan digital tersebut, BSI berupaya memperkuat perannya dalam ekosistem ekonomi syariah nasional, sekaligus mengoptimalkan potensi populasi muslim Indonesia yang besar untuk mendorong pertumbuhan inklusi keuangan syariah.

Tags: bsikeuangan syariah
Previous Post

Percepatan Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana Sumatera

Next Post

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR