Jakarta, TopBusiness — BP BUMN dan Danantara mendorong Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) untuk mengembangkan bisnis berbasis teknologi melalui pengembangan industri chip nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi Indonesia, terutama dalam pengamanan dokumen negara dan pengembangan produk digital strategis.
Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto beserta jajaran Direksi PERURI di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dony mendorong PERURI untuk mulai mengembangkan bisnis di industri chip nasional.
“PERURI harus mulai mengembangkan bisnis di industri chip. Kita perlu menguasai teknologinya, mulai dari desain, supaya ke depan Indonesia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak terus bergantung pada impor,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Pengembangan industri chip nasional akan diarahkan pada penguasaan teknologi hingga tahap desain chip. Hal ini penting mengingat kebutuhan chip di dalam negeri masih bergantung pada produk impor. Penguatan kemampuan dalam negeri diharapkan dapat mendukung kebutuhan strategis Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan industri teknologi nasional.
Melalui langkah ini, PERURI diharapkan dapat memperluas perannya sebagai perusahaan berbasis teknologi, tidak hanya dalam bidang percetakan uang dan pengamanan dokumen, tetapi juga dalam pengembangan teknologi chip. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kedaulatan teknologi Indonesia, khususnya untuk mendukung keamanan dokumen negara dan pengembangan industri digital nasional.
