TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Utang Luar Negeri Swasta Terkontraksi 0,8% Secara Tahunan

Achmad Adhito
16 October 2026 | 07:14
rubrik: Ekonomi
Utang Luar Negeri Pemerintah: Tumbuh Lebih Rendah

Rupiah dan USD (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar 459,3 miliar Dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,6% (YoY/Year on Year).

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi (15/10/2026).

Posisi ULN pemerintah pada Agustus 2026 tercatat 220,9 miliar Dolar AS atau tumbuh sebesar 3,3% (YoY). Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.

Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen pada instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejalan dengan strategi operasi moneter pro-market dalam mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

Utang Swasta

Posisi ULN swasta pada Agustus 2026 tercatat sebesar 195,6 miliar Dolar AS, atau terkontraksi sebesar 0,8% (YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan ULN kelompok peminjam bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 0,8% (YoY) dan 0,6% (YoY).

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terutama berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian dengan pangsa mencapai 80,5% dari total ULN swasta.

BACA JUGA:   Transformasi Digital Nasional Tumbuh Cepat, Apa Saja Capaiannya?

Ramdan pun mengatakan, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,9% pada Agustus 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang.

Sejalan dengan itu, posisi ULN pemerintah juga tetap sehat tecermin pada hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang.
ULN swasta juga didominasi oleh utang jangka panjang.

Tags: bank indonesiaramdan denny prakosorasio utang luar negeriutang luar negeri pemerintahutang luar negeri swasta
Previous Post

Penerapan EPR Kemasan Plastik, GAPMMI Minta Jangan Bebani Konsumen

Next Post

Jumat Akhir Pekan, IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR