Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin pagi. IHSG tercatat turun 223,23 poin atau 4,31 persen ke posisi 4.961,88.
Pelemahan tersebut membawa IHSG turun ke bawah level psikologis 5.000, sekaligus mencerminkan tekanan jual yang membayangi perdagangan saham pada awal pekan.
Sejalan dengan penurunan IHSG, indeks yang terdiri atas 45 saham unggulan atau LQ45 juga mengalami koreksi cukup dalam. Indeks LQ45 tercatat merosot 28,06 poin atau 5,52 persen ke posisi 480,50.
Penurunan kedua indeks utama tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar saham tidak hanya terjadi pada pergerakan indeks secara keseluruhan, tetapi juga menyentuh kelompok saham unggulan yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.
Koreksi yang lebih dalam pada indeks LQ45 dibandingkan IHSG turut menggambarkan besarnya tekanan yang dialami saham-saham unggulan pada pembukaan perdagangan.
Pergerakan pasar saham pada awal pekan ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam mencermati perkembangan sentimen ekonomi, baik dari dalam negeri maupun global, yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan selanjutnya.
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan indeks sepanjang sesi perdagangan untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai terjadi pemulihan.
Dengan IHSG berada di level 4.961,88, pergerakan indeks di sekitar level 5.000 menjadi salah satu perhatian dalam perdagangan berikutnya.
Data AI
