TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menguat di Akhir Pekan

Agus Haryanto
23 October 2026 | 16:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Jumat (23/10/2026) dengan penguatan 51,35 poin atau 0,95% ke level 5.439,25. Kenaikan indeks di akhir pekan ini diiringi dominasi saham yang menguat, mencerminkan sentimen positif pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 477 saham tercatat menguat, sementara 187 saham melemah dan 129 saham lainnya stagnan.

Aktivitas transaksi di pasar saham juga terbilang ramai. Total volume perdagangan mencapai 43,45 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,31 triliun.

Dominasi saham yang menguat menunjukkan bahwa kenaikan IHSG tidak hanya tercermin pada pergerakan indeks secara keseluruhan, tetapi juga didukung oleh penguatan harga saham secara luas.

Jumlah saham yang naik mencapai sekitar 60,2% dari total 793 saham yang tercatat dalam data pergerakan harga tersebut. Sementara itu, saham yang melemah hanya sekitar 23,6%, sedangkan sisanya 16,3% tidak mengalami perubahan harga.

Dari sisi teknikal, keberhasilan IHSG mengakhiri perdagangan di level 5.439,25 memberikan sinyal positif terhadap momentum pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Penguatan hampir 1% dalam satu sesi perdagangan mengindikasikan adanya tekanan beli yang cukup kuat dibandingkan tekanan jual. Kondisi tersebut turut diperkuat oleh jumlah saham yang menguat, yakni lebih dari dua kali lipat jumlah saham yang melemah.

Secara khusus, rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,55 kali. Angka ini menunjukkan bahwa penguatan pasar berlangsung relatif merata dan tidak semata-mata bergantung pada pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, nilai transaksi sebesar Rp15,31 triliun menunjukkan aktivitas perdagangan yang signifikan. Meski demikian, diperlukan perbandingan dengan rata-rata nilai transaksi harian untuk memastikan apakah aktivitas tersebut mencerminkan peningkatan partisipasi investor secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Hampir Semua Sektor Menguat, IHSG Terkerek ke 5.815

Dari perspektif teknikal, area psikologis 5.400 menjadi level yang patut diperhatikan pelaku pasar. Kemampuan IHSG mempertahankan posisi di atas area tersebut dapat menjadi indikasi awal terjaganya momentum penguatan.

Sementara itu, level 5.500 berpotensi menjadi area psikologis berikutnya yang diuji apabila tekanan beli tetap berlanjut pada perdagangan mendatang. Namun, kedua level tersebut masih bersifat indikatif dan bukan hasil konfirmasi berdasarkan pola grafik maupun indikator teknikal.

Meski perdagangan akhir pekan ditutup positif, investor tetap perlu mencermati potensi aksi ambil untung setelah kenaikan indeks. Pergerakan pasar selanjutnya juga akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, nilai tukar rupiah, arah aliran dana investor asing, serta kondisi fundamental emiten.

Prospek Perdagangan Berikutnya

Memasuki perdagangan pekan depan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila sentimen positif tetap terjaga dan pembelian saham berlangsung secara luas.

Namun, keberlanjutan tren penguatan masih memerlukan konfirmasi dari konsistensi nilai transaksi, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta kemampuan indeks mempertahankan level psikologis 5.400.

Secara keseluruhan, perdagangan Jumat memberikan gambaran bahwa sentimen pasar saham domestik berada dalam kondisi positif. Dominasi saham yang menguat menjadi salah satu indikator penting bahwa minat beli investor masih terlihat menjelang penutupan pekan.

Kendati demikian, investor disarankan tetap selektif dalam menentukan strategi investasi dengan memperhatikan kondisi fundamental perusahaan, valuasi saham, dan risiko volatilitas pasar.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

BNI Life Dorong Inklusi Asuransi, Sasar Pelaku UMKM di Semarang

Next Post

Perluas Akses Pendidikan Berkelanjutan, INPP Luncurkan Future Maker

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR