Jakarta, TopBusiness – Industri perasuransian nasional masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial. Karena itu, edukasi asuransi perlu diperluas, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan perlindungan untuk menjaga keberlangsungan usahanya.
Direktur Utama BNI Life Agung Turanto mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi sektor perasuransian tercatat sebesar 42,84%, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 29,55%.
“ Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang besar untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap manfaat, karakteristik, serta produk dan layanan asuransi, sekaligus mendorong pemahaman tersebut menjadi penggunaan produk asuransi yang lebih luas,” ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan Hari Asuransi Nasional 2026, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama PT BNI Life Insurance (BNI Life) mengingatkan pelaku UMKM di Kota Semarang mengenai pentingnya memiliki asuransi sebagai bentuk perlindungan dan jaminan keamanan usaha. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis mereka.
Data SNLIK 2026 menunjukkan tingkat inklusi asuransi meningkat dibandingkan dengan 28,50% pada 2025. Namun, tingkat literasi mengalami penyesuaian dari 45,45% pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan produk asuransi masih perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, karakteristik, dan ketentuan perlindungan yang ditawarkan.
Agung mengatakan, momentum Hari Asuransi yang diperingati setiap 18 Oktober perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi industri dalam membangun budaya berasuransi di Indonesia. Pada 2026, peringatan Hari Asuransi mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dengan subtema “Pahami–Miliki–Lindungi”.
Tema yang diusung DAI tersebut menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami manfaat asuransi, memiliki produk yang sesuai kebutuhan, dan memperoleh perlindungan dari berbagai risiko kehidupan maupun usaha.
Menurut Agung, kegiatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran komunikasi dan edukasi agar menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus proaktif mengedukasi masyarakat luas, khususnya para pelaku UMKM yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Harapannya, peningkatan pemahaman ini tidak hanya mendongkrak angka inklusi keuangan, tetapi juga memberikan ketenangan dan perlindungan finansial jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai risiko masa depan,” tutup Agung.
Hari Asuransi menjadi momentum bagi industri perasuransian untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Melalui kolaborasi tersebut, DAI dan BNI Life mendorong masyarakat, termasuk pelaku UMKM, agar semakin memahami pentingnya perlindungan asuransi dalam menjaga stabilitas keuangan dan keberlangsungan usaha.
