
Jakarta, businessnews.id — Produk domestik brutto (PDB) Indonesia tumbuh 5,21% pada kuartal pertama tahun 2014 secara year on year. Ini lebih rendah daripada prediksi semula yang sebesar 5,65%.
“Penyebab itu adalah pada sisi ekspor,” kata Helmi Arman, Ekonom Asia-Pacific Economic and Market Analysis Citi Research Indonesia, di Jakarta.
Helmi, dalam keterangan pers yang diterima hari ini oleh BusinessNews Indonesia, mengatakan bahwa pertumbuhan 5,21% itu juga lebih rendah daripada prediksi moderat yang di 5,59%.
“Sementara itu, permintaan domestik masih tumbuh. Kuartal 1 2014, pertumbuhannya 5,3% sementara di kuartal 4 tahun 2013 di 5,1%,” kata dia.
Volume ekspor, dia menjelaskan lagi, terdampak oleh regulasi hilirisasi mineral. Implementasi regulasi tersebut mengakibatkan penurunan produksi ataupun ekspor mineral mentah dengan signifikan. Sementara, ekspor sektor lain hanya melambat.
Secara keseluruhan, angka net untuk kontrak ekspor mineral mentah tumbuh 1% di kuartal 1 2014 (year on year). “Ini berarti 8% lebih rendah daripada ekspektasi kami,” kata Helmi. (DHI)
EDITOR: DHI