Jakarta, TopBusiness – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI IJ) membukukan laba bersih (net profit) yang cukup solid di 3Q 2026 sebesar Rp118 miliar meskipun pendapatan mengalami penurunan sebesar 26% dibandingkan perolehan yang sama tahun lalu.
Penurunan pendapatan tersebut terutama disebabkan penurunan pendapatan usaha, namun Perseroan mampu memperbaiki kinerjanya sehingga tingkat profitabilitas meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Perolehan laba yang cukup substansial tersebut memperkuat posisi keuangan SUNI pada kuartal III 2026 ini.
SUNI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp529 miliar pada Q3 2026 atau turun 26% dibandingkan Rp715 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya penjualan OCTG casing pada periode tersebut. Meskipun demikian, penjualan OCTG tubing sebagai produk utama SUNI tetap solid dan konsisten dalam menopang pendapatan usaha dan profabilitas Perseroan.
Meskipun laba bersih mengalami penurunan, ekuitas SUNI tetap meningkat sebesar 11% menjadi Rp 956 miliar pada 3Q 2026. Peningkatan ekuitas tersebut sudah termasuk dengan pembagian dividen sebesar Rp25 miliar yang telah dibagikan pada tanggal 24 Juli 2026.
Dengan posisi keuangan yang baik, SUNI dapat membagikan dividen mesikipun masih memiliki komitmen investasi untuk penyelesaian pembangunan pabrik ke-2 RTM. Hal tersebut mencerminkan keseimbangan antara komitmen yang kuat untuk pertumbuhan dan tetap memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Selain itu SUNI juga berhasil menjaga rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,26 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan yaitu maksimal 2,5 kali.
Pada 3Q 2026, SUNI berhasil mendapatkan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp167 miliar, atau meningkat sebesar 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp104 miliar terutama disebabkan penurunan pembayaran kepada para pemasok.
Pada 3Q 2026 SUNI melakukan investasi sebesar Rp95 miliar untuk kelanjutan penyelesaian pembangunan pabrik ke-2 RTM, yang mengalami penurunan dengan menurunnya intensitas kegiatan pembangunannya.
Sementara dari aktivitas pendanaan, terdapat mengalami sedikit penurunan penurunan menjadi sebsear Rp52 miliar, pembayaran untuk aktivitas pendanaan tahun ini terutama untuk pembayaran hutang Bank dan dividen, karena tidak terdapat tambahan pinjaman bank pada tahun ini.
Direktur Utama PT Sunindo Pratama Tbk, Willy Johan Chandra dalam keterangannya, Senin (2/11/2026) menyampaikan, penurunan pendapatan SUNI pada 3Q 2026 terutama disebabkan oleh berkurangnya penjualan OCTG casing.
Pada tahun ini, dinamika pasar OCTG casing mengalami perubahan seiring dengan hadirnya produsen lokal yang telah mampu memenuhi kebutuhan produk tersebut.
Sejalan dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), partisipasi dalam tender mensyaratkan penggunaan produk dari produsen lokal untuk memenuhi ketentuan terkait.
Saat ini SUNI masih melakukan evaluasi terhadap produsen lokal tersebut sehingga Perseroan belum dapat berpartisipasi dalam tender yang diadakan oleh Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S).
Meskipun masih menghadapi tantangan pada segmen OCTG casing, penjualan OCTG tubing sebagai produk utama (core product) SUNI tetap terjaga danrelatif stabil. Hal ini didukung oleh posisi SUNI sebagai salah satu pelopor produsen OCTG tubing di Indonesia.
Lebih lanjut, Willy menjelaskan bahwa SUNI terus memprioritaskan penguatan kapasitas produksi internal melalui pembangunan pabrik ke-2 RTM yang secara umum telah selesai.
Saat ini, fasilitas tersebut tengah menjalani proses audit oleh American Petroleum Institute (API) sebagai bagian dari tahapan untuk memperoleh sertifikasi API, yang diperlukan sebelum pabrik dapat memulai kegiatan operasional komersial.
Perseroan berharap proses tersebut dapat diselesaikan sehingga pabrik ke-2 RTM dapat segera beroperasi secara komersial pada semester ke-2 tahun ini.
“Dengan bertambahnya kapasitas produksi melalui pabrik ke-2 RTM, SUNI optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional dan mengoptimalkan kinerja keuangan ke depan. Selain itu, peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan OCTG tubing di pasar domestik,” ujar Willy.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono, menyampaikan bahwa setelah uji coba produksi pada fasilitas baru di pabrik ke-2 RTM telah berhasil, SUNI saat ini memprioritaskan sumber dayanya untuk dapat menyelesaikan proses audit dari API sehingga dapat segera mendapatkan sertifikat API tersebut sesegera mungkin.
“Proses audit API yang sedang dilakukan di RTM-2 saat ini berjalan cukup lancar karena tim produksi kami di Batam telah memberikan yang terbaik untuk dapat menyelesaikan proses auditnya segera, semoga pada kuartal akhir 2026 Perseroan sudah bisa mendapatkan sertifikat API tersebut,” ujar Bambang.
Direktur Keuangan PT Sunindo Pratama Tbk, Freddy Soejandy, menambahkan bahwa posisi keuangan SUNI pada 3Q 2026 ini semakin membaik dengan perolehan laba yang cukup substansial dan konsisten dari waktu ke waktu.
Secara keseluruhan, kondisi Posisi Keuangan SUNI menunjukkan perkembangan positif, ditandai oleh peningkatan total aset dan ekuitas serta penurunan total liabilitas.
“Kemampuan keuangan Perseroan saat ini cukup baik sehingga diperkirakan dapat menyelesaikan sisa investasi yang diperlukan untuk pembangunan pabrik ke-2 RTM serta merealisasikan rencana pengembangan usaha secara berkelanjutan,” jelas Freddy.
