Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026). Pergerakan positif indeks menunjukkan bahwa tekanan beli masih mampu mengimbangi tekanan jual di pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, IHSG menguat 39,78 poin atau 0,79% ke level 5.096,83.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 35,31 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,38 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 315 saham ditutup menguat, 285 saham melemah, dan 118 saham bergerak stagnan.
Analisis Perdagangan
Secara umum, penguatan IHSG pada perdagangan kali ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung positif. Indeks mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan, mengindikasikan bahwa minat beli investor masih cukup kuat untuk menopang pergerakan pasar.
Dari sisi keluasan pasar (market breadth), jumlah saham yang mengalami kenaikan lebih banyak dibandingkan saham yang terkoreksi. Terdapat selisih 30 saham antara kelompok penguatan dan pelemahan. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa penguatan tidak hanya tercermin dari pergerakan indeks, tetapi juga tersebar pada lebih banyak saham dibandingkan yang mengalami penurunan.
Meski demikian, selisih tersebut relatif tipis. Artinya, penguatan pasar belum sepenuhnya merata dan tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan sebesar 35,31 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,38 triliun menunjukkan aktivitas pasar yang cukup besar. Namun, untuk memastikan kekuatan tren kenaikan, diperlukan perbandingan dengan rata-rata volume dan nilai transaksi pada beberapa hari perdagangan sebelumnya.
Ke depan, kemampuan IHSG mempertahankan momentum penguatan akan menjadi perhatian pelaku pasar. Investor juga perlu mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dinamika saham-saham berkapitalisasi besar yang berpotensi memengaruhi arah indeks.
Dengan demikian, meskipun IHSG menutup perdagangan dengan penguatan, pelaku pasar tetap perlu mencermati keberlanjutan aksi beli dan pemerataan penguatan saham sebagai indikator kekuatan tren berikutnya.
Data AI
