TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dua BUMN Tambang Berkolaborasi Olah Limbah Timah Jadi Logam Tanah Jarang

Albarsyah
4 November 2026 | 14:05
rubrik: BUMN
Pasar Timah Batangan di BBJ Terdampak Covid-19

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Timah Tbk (TINS) untuk mengolah limbah sisa hasil produksi timah menjadi Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth elements. Kolaborasi dua BUMN pertambangan di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini berfokus pada riset bersama dan pemanfaatan teknologi pemurnian mineral kritis di Bangka Belitung.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis Perminas, La Ode Tarfin Jaya, menyampaikan bahwa proses riset teknis pengolahan limbah berupa Sisa Hasil Produksi (SHP) dan tin slag kini tengah berjalan secara intensif. Langkah ini dilakukan menyusul penandatanganan kesepakatan yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu.

“Koordinasi kami cukup intensif karena sesama BUMN di bawah Danantara. Sekarang proses riset bersama tim kami dan PT Timah sedang on going untuk pengolahan SHP dan tin slag secara berkelanjutan,” ujar La Ode di sela-sela Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di JIExpo, Selasa (3/11/2026).

Selain menggarap potensi limbah di Bangka Belitung, Perminas juga tengah fokus mengembangkannya di wilayah lain. Saat ini, Perminas memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi untuk komoditas LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat, dengan konsesi seluas 7.300 hektare yang terbagi dalam dua blok. Lokasi tersebut memiliki potensi LTJ tipe ion-adsorption clay primer dan sedang berada dalam tahap pengeboran eksplorasi.

Atasi Tantangan Teknologi dan Geopolitik

Pengolahan Logam Tanah Jarang dikenal memiliki tingkat kerumitan teknis yang tinggi serta sensitif terhadap dinamika politik global. Oleh karena itu, sinergi ini dirancang untuk memperkuat kemandirian nasional dalam menguasai teknologi pemurnian mineral kritis tanpa tergantung penuh pada pihak luar.

BACA JUGA:   Setahun Setelah Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas, Industri Emas Melaju Pesat

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta, menegaskan bahwa Perminas memegang peranan kunci sebagai penyedia solusi teknologi dalam proyek hilirisasi di Bangka Belitung ini.

“Teknologi pengolahan Logam Tanah Jarang tidak mudah didapatkan dan sensitif terhadap isu geopolitik. Melalui sinergi ini, kami memanfaatkan keahlian Perminas sebagai pemegang mandat pengelolaan tanah jarang untuk membantu mendapatkan standar teknologi yang sesuai,” jelas Harry.

Melalui kemitraan strategis ini, kedua BUMN berharap dapat mengoptimalkan nilai tambah dari mineral ikutan hasil tambang timah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral strategis dunia.

Tags: BP BUMN
Previous Post

Kendalikan Produksi Batu Bara, Bahlil Berhasil Dongkrak Harga dan Penerimaan Negara

Next Post

Perkuat Pendanaan, MINE Kantongi Restu RUPSLB untuk Penjaminan Aset Perseroan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR