Jakarta, BusinessNews Indonesia – Para pelaku bisnis ritel berharap kinerja penjualan ritel pada Lebaran 2018 ini bisa tumbuh 15-20% dibandingkan momentum Lebaran tahun lalu. Perbaikan tersebut kata dia didorong naiknya konsumsi masyarakat lantaran ada Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.
“Kami harapkan 15-20 persen dari tahun lalu karena ada THR dan gaji ke-13. Itu sudah dibedakan. Mestinya lebih baik dari tahun lalu karena THR diberikan hampir Rp 35 triliun untuk para pensiunan kemudian PNS dan sebagainya yang cukup signifikan. Di mana tahun lalu ini tidak ada. Jadi diharapkan konsumsi akan lebih baik,,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/6/2018).
“THR untuk konsumsi, gaji ke-13 untuk pendidikan. Karena itu diberikan pada 1 juli. Itu sangat bantu masyarakat karena tidak memikrikan pengeluaran rutin sekolah dan sebagainya,” ujar dia.
Selain itu, Roy optimistis perhelatan Asian Games dan annual meeting IMF-World Bank diprediksi mendorong naiknya konsumsi masyarakat.
“Kita optimistis karena bnayak perhelatan internasional Asean Games dan IMF-WB jadi beberapa acara ini akan kontribusi ke pemakaian konsumsi baik pangan maupun sandang,” tutur dia
