Jakarta, BusinessNews Indonesia- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kembali akan menyelenggarakan “Anugerah IPTEK 2018″. Hal tersebut sejalan dengan upaya percepatan inovasi dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23.yang akan dilaksanakan di kota Pekanbaru pada tangga 10 Agustus 2018. Hakteknas kali ini bertema “ Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi” dan Sub-tema Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0.
Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir akan memberikan Anugerah Iptek tersebut pada Acara puncak Haktenas ke-23. Presiden Joko Widodo dan Presiden ketiga RI, BJ Habibie dijadwalkan hadir pada puncak peringatan Hakteknas di Komplek Gebernuran Riau.
Penyelenggaraan penganugerahan Iptek tersebut diharapkan dapat menstimulasi iklim kondusif penelitian dan pengembangan dan penguatan inovasi nasional, hingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada penciptaan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia,” kata Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe saat membuka kegiatan sosialisasi Anugerah Iptek Tahun 2018” terutama untuk kategori Budhipura dan Budhipraja (pemerintah daerah) selasa (31/5) lalu.
Menurut Jumain, tujuan dari penyelenggaraan Anugerah Iptek tahun 2018, antara lain mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia; Membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset Iptek dalam penciptaan nilai tambah komersil, ekonomi dan atau sosial-budaya secara berkelanjutan.
Selain itu, kata Jumain Appe, juga memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama antar unsur inovasi. Lebih lanjut Jumain Appe,mengatakan, ada delapan kategori anugerah yang akan diperlombakan. (red)
