TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kiprah Kartini Zaman Now di BUMN

Achmad Adhito
21 June 2018 | 11:09
rubrik: BUMN
Kiprah Kartini Zaman Now di BUMN

Sumber Foto: bumn go id

BUMN semakin diwarnai oleh kehadiran eksekutif wanita. Menteri BUMN seorang wanita, dan ada banyak eksekutif wanita yang hadir di sejumlah perusahaan negara. Seperti apa kelebihan mereka dalam berkarier?

Hari Kartini 2018, belum lama ini berlalu. Dan seperti biasa, masyarakat Indonesia memeringati hari tersebut. Perihal kesetaraan gender antara pria dengan wanita kembali bergaung di peringatan tersebut. Termasuk dalam hal hak wanita untuk setara dalam berkarier di banyak tempat. Itu sedari perusahaan privat, terbuka, sampai BUMN (badan usaha milik ngara).

Berbicara tentang BUMN, bahwa ia beraset raksasa dan berperan besar bagi perekonomian Indonesia, tidak perlu diragukan, bukan? Betapa tidak, kini total aset BUMN mencapai ribuan triliun Rupiah, persisnya di kisaran Rp 6.000-an triliun. Adapun total ekuitas BUMN di kisaran Rp 2.000 triliun.

Berbicara ekuitas sekira Rp 2.000 triliun, tidakkah ini kira-kira sama dengan APBN Indonesia dalam setahun? Adapun aset senilai sekitar Rp 6.000 triliun sampai Rp 7.000 triliun tersebut, kira-kira tiga kali APBN tanah air ini.

Ada satu hal menarik tatkala kita meneropong BUMN saat ini, dari sisi gender. Yakni, peran kaum hawa kian signifikan saja. Bayangkan, kini seluruh BUMN di Indonesia punya nakhoda seorang wanita.

Siapakah? Jawabannya jelas: Rini Soemarno, mantan petinggi Astra Internasional yang kini menjadi menteri negara BUMN RI. Belum lama ini, dalam sambutan pidato hari ulang tahun Kementerian BUMN, dia mengatakan bahwa dalam 3,5 tahun, BUMN nan masih merugi berkurang. Itu dari 24 buah menjadi 12 buah atau separuhnya. “Hal ini karena ada sinergi antara BUMN besar dengan kecil,” kata dia.

Di tangan Rini pulalah BUMN kini mendapat sejumlah penugasan penting. Antara lain dalam proyek infrastruktur raksasa, program KUR (kredit untuk rakyat), dan lain-lain. Gagasan adanya perusahaan induk (holding) BUMN yang lama mangkrak, terwujud di masa Rini via lahirnya perusahaan induk BUMN migas.

BACA JUGA:   Anak Usaha WSKT Bukukan Kontrak Baru

 

Bertebaran di Banyak BUMN

Berbicara wanita yang berperan signifikan di BUMN se-Indonesia sekaligus menduduki jabatan penting, rasanya cukup banyak. Masih dari Kementerian BUMN, ada Wianda Pusponegoro. Ini adalah mantan wartawati dan presenter berita terkenal, yang kini menjadi staf khusus menteri negara BUMN RI. Sebelumnya, Wianda berkarier sebagai vice presiden corporate communications di BUMN migas kelas dunia yaitu PT Pertamina.

Siapa lainnya? Marilah bergeser ke PT Angkasa Pura II, sebuah BUMN yang mengelola Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya. Ya, benar, di situ ada Itut Heraindri sebagai director of airport service and facility Angkasa Pura II. Wanita kelahiran Yogyakarta ini sebelumnya malang-melintang di sejumlah perusahaan terkemuka sebelum ditugaskan di Angkasa Pura II; Itut juga pernah berprofesi sebagai konsultan.

Dari PT Sarinah, sebuah BUMN ritel, ada Lies Permana Sari. Ia berposisi sebagai direktur ritel di BUMN pengelola Plaza Sarinah Thamrin tersebut. Sudah tentu, ada berbagai terobosan ataupun inovasi agar ruang ritel milik Sarinah selalu marak. Pernah, untuk program midnight sale, omsetnya mencapai Rp 1 miliar hanya dalam semalam.

Dalam hal ini, Lies yang dikenal sebagai selebritas karena pernah dinobatkan sebagai finalis Abang-None Jakarta pada tahun 1990-an, seakan mendobrak stigma bahwa wanita dalam berkarier sering hanya mengandalkan paras-penampilan. Bayangkan, Lies mesti memeras otak dan berbagai hal lain setiap saat untuk menaikkan performa pemasaran ritel di Sarinah, bukan?

Marilah kini bergeser ke Kota Kembang atawa Bandung. Di PT Inti, ada Nilawati Djuanda yang menjadi direktur keuangan sejak Maret 2018. Nah, wanita ini sebelumnya berkiprah di banyak tempat, dan tentu kenyang asam-garam berbagai hal tentang pengelolaan perusahaan terkemuka.

BACA JUGA:   Wanita Isi Hampir 50% Eselon I Kemenparekraf

Nilawati antara lain pernah berkarier di PT Telkom, PT Indonusa Telemedia, PT Multi Media Nusantara, dan PT Pasifik Satelit Nusantara. Jadi, dia bisa kita sebut sebagai salah satu eksekutif bisnis papan atas sektor telekomunikasi di Indonesia.

Kehadiran eksekutif wanita di dunia bisnis—termasuk di BUMN—sering membawa warna tersendiri. Antara lain, kaum hawa disebut lebih terampil dan luwes dalam berinteraksi dengan banyak kalangan, sedari anggota tim kerja, atasan, sampai kalangan eksternal. Sentuhan keibuan mereka juga sering hadir dalam berinteraksi.

Di sisi lain, ada hal tertentu yang sering dilontarkan ke kaum hawa di dunia karier profesional. Misalnya saja, mereka sering dicap banyak mengedepankan faktor perasaan ketimbang logika dalam mengambil keputusan. Benarkah? Sanggahan terhadap hal ini muncul.

Dan faktanya, kaum hawa di BUMN banyak yang bisa lembut sekaligus tegas dalam menjalankan peran. Dulu, ketika menjadi eksekutif di Astra Internasional, Rini Soemarno harus mengambil keputusan penting saat grup raksasa itu ikut diterpa badai krisis ekonomi raksasa di 1998-an.

Ia saat itu memutuskan harus mem-PHK (pemutusan hubungan kerja) banyak karyawan. Tetapi, memberi komitmen bahwa ketika nanti Astra Internasional sudah melewati badai dahsyat, karyawan yang dulu di-PHK akan diprioritaskan direkrut kembali. Inilah contoh pas paduan ketegasan dengan sentuhan kewanitaan.

Pengamatan wartawan majalah ini, eksekutif wanita banyak yang gemar mengambil risiko dan senang menghadapi tantangan baru dalam berkarier. Dalam hal ini, mereka tidak segan berulang kali pindah tempat berkarier; karakter seperti itu jauh dari stigma “cukup cari aman”.

Selain eksekutif wanita yang tadi kita ulas, tentu ada banyak contoh lain mereka yang gemar mencari tantangan baru dengan berpindah tempat karier. Misalnya, Utami Prastiana.

BACA JUGA:   BNI Jaga Layanan Tetap Andal di Momen Libur Panjang

Salah satu konsultan properti papan atas di Indonesia ini dulu dikenal kalangan industri properti sebagai salah satu direktur di Procon Indah—kini lebur menjadi JLL Indonesia. Dia pun pernah menjadi eksekutif bisnis di PT Graha Yasa Selaras—sebuah perusahaan milik Telkom. Pun, Utami pernah menjadi salah satu pejabat di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Walhasil, sudah tentu dunia bisnis di Indonesia sedari perusahaan BUMN ataupun perusahaan “genre” lain, kian diwarnai oleh para Kartini Zaman Now. Ayo, kita cermati kiprah mereka selanjutnya. (Dhi/Al)

 

*Tulisan Ini Sebelumnya Dimuat di Majalah BusinessNews Indonesia Edisi Mei 2018

Tags: hari kartini
Previous Post

Bintraco Dirikan Perusahaan Perkuat Bisnis Otomotif

Next Post

Indeks Saham Masih Tren Turun Pasca-Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR