
Bandung, businessnews.id — Setelah mengalami kelesuan di semester 1 2014, pasar obligasi Indonesia akan kembali bergairah usai Pemilihan Umum Presiden RI. Paling tidak, obligasi senilai Rp 30 triliun hingga Rp 35 triliun akan jatuh tempo pada tahun ini. Dan penerbitnya bisa kembali menerbitkan obligasi.
Menurut Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ronald T. Andi Kasim, di Bandung hari ini, pasar obligasi pada semester I 2014, tidak terlalu baik karena calon penerbit obligasi masih menunggu Pemilihan Umum Legislatif ataupun Presiden.
Berdasarkan data Pefindo, hingga 9 Mei 2014 secara nasional, telah diterbitkan surat utang senilai Rp 8,99 triliun; terdiri dari surat utang jenis bonds dari sektor korporasi keuangan senilai Rp 5,97 triliun, sektor telekomunikasi sebesar Rp 1 triliun, sektor ritel Rp 650 miliar, sektor properti Rp 575 miliar, sektor makanan dan minuman sebesar Rp 250 miliar.
“Untuk Jenis surat utang MTN (medium term note) dari sektor korporasi keuangan, sebesar Rp 550 miliar,” dia menjelaskan.
Sedangkan calon penerbit surat utang yang telah menandatangani kerja sama pemeringkatan korporasi dan obligasi, senilai Rp 15 triliun. “Itu berasal dari lima bank, dua perusahaan pembiayaan, satu perusahaan makanan dan minuman, serta satu perusahaan tranportasi.” (ZIZ)
EDITOR: DHI