
Jakarta, businessnews.id — Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengharapkan upaya pemerintah dan otoritas keuangan untuk meningkatkan akses masyarakat ke industri keuangan (financial inclusion). Karena saat ini terhambat oleh kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan suku bunga tinggi.
Menurut Menteri Dahlan di Jakarta hari ini, tingkat BI Rate yang rendah menjadi hal yang paling mendasar untuk memercepat penerapan inklusi keuangan di masyarakat. “Bagaimana mau financial inclusion, tetapi bunganya tinggi? Siapa yang mau terlibat di situ?” kata dia.
Menteri Dahlan mengatakan, dia sepandangan dengan mantan gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution. Di bukunya yang berjudul Bank Sentral Itu Harus Membumi, telah menyiratkan bahwa suku bunga rendah bukan sebatas teori untuk menciptakan inklusi keuangan. “Saya lihat di buku itu bahwa bunga rendah itu bukan sekadar teori, tetapi sebagai ideologi,” terangnya
Dengan demikian, jelas Menteri Dahlan, rezim suku bunga tinggi perlu dikaji secara mendalam untuk dapat menerapkan inklusi keuangan. Sejauh ini, kata dia, BI Rate yang tinggi (7,5 persen–red.) telah menjadi hambatan bagi untuk mengoptimalkan penerapan inklusi keuangan.
“Karena, ideologi Pak Darmin itu terganggu hanya tiga bulan setelah buku itu terbit. Karena, setelah itu terpaksa suku bunga naik,” kata Menteri Dahlan.
Lebih lanjut dia menyatakan, rezim suku bunga tinggi yang terjadi saat ini perlu disikapi para pemangku kepentingan untuk menyiapkan roadmap baru untuk mengembalikan keadaan ekonomi nasional. (ZIZ)
EDITOR: DHI