TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Presiden Jokowi Diminta Imbau Pejabat untuk Melepas Dolar AS

Nurdian Akhmad
12 July 2018 | 00:29
rubrik: Ekonomi
Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Presiden Joko Widodo diminta untuk mendorong para pejabat pemerintah di negeri ini untuk melepas mata uang dolar AS yang dimiliki, guna membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. Saat ini, banyak pejabat termasuk para menteri yang ‘beternak’ dolar AS.

“Buat apa sih pejabat itu beternak dolar. Artinya kan dia tidak percaya pada komitmen pemerintahnya sendiri. Pak Jokowi kekayaan dolarnya praktis enggak ada, nah Pak Jokowi (harus) imbau para pejabat, menterinya untuk melepas dolar mereka,” ujar ekonom senior INDEF Faisal Basri dalam sebuah acara talkshow di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Niai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Bank Indonesia bahkan telah melakukan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan dan menggelontorkan devisa negara.

Meski demikian, kata Faisal,  hal tersebut tidak cukup. Peran pemilik dolar AS yang menurutnya mayoritas terdiri dari pejabat negara juga dianggap penting untuk melepas dolar AS yang mereka miliki ke pasar.

“Contohnya saya ingat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dulu waktu jadi presiden itu 64% kekayaannya dalam dolar. Yang saya inget juga Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) sekarang dolarnya USD 100 ribu lebih. Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) saya ingat USD 200 ribu. Ini bukan gosip, ini adalah LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat), kita semua bisa lihat,” ungkap Faisal.

Padahal menurut Faisal, pejabat negara tersebut dapat berkontribusi dengan melepas dolar AS agar likuiditas mata uang Paman Sam di pasar tetap terjaga.

Bahkan menurut Faisal, penggunaan dolar AS yang besar di dalam negeri juga terlihat dengan banyaknya kasus korupsi menggunakan mata uang tersebut.

BACA JUGA:   Menteri Basuki Beri Beasiswa bagi Insan PUPR Inovatif

Untuk itu Faisal menyatakan, stabilisasi kurs rupiah tak bisa hanya dilakukan oleh Bank Sentral saja. Sebab instrumennya terbatas pada kenaikan suku bunga acuan ataupun intervensi pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Jadi ini jangan BI terus yang berjuang, BI enggak bisa atasi sendiri, ini kan masalah bangsa. Jadi tolong deh, ini harus berjuang bersama-sama,” tutur Faisal.

Tags: Presiden
Previous Post

Stabilkan Rupiah, BI sudah Gelontorkan Rp 18,5 Triliun

Next Post

Mengenal Lebih dekat Formosan Aboriginal Culture

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR