Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sebagai suku asli yang mendiami Taiwan, ada baiknya saat liburan ke Taiwan untuk menyempatkan diri mengenal lebih dekat dengan suku dan kelompok aborigin yang merupakan orang Austronesia yang diperkirakan penduduknya sekitar 2% dari populasi Taiwan.
Ahli sejarah percaya bahwa mereka bermigrasi ke Taiwan dari daratan Asia, atau tepatnya dari daratan Cina tenggara pada zaman ribuan tahun yang lalu. Dan dari sini mereka menyebar ke Kepulauan Pasifik, serta ke Asia Tenggara, membentuk perkumpulan Austronesia.
Nah, salah satu tempat untuk mempelajari budaya orang Austronesia adalah Formosan Aboriginal Culture Village yang terletak di Kotapraja Yuchi, Kabupaten Nantou, yang terdiri dari sembilan Village di lereng bukit di atas Amusement Isle, masing-masing mewakili komunitas suku aborigin yang berbeda. Bangunan-bangunan itu direkonstruksi oleh para antropolog pada tahun 1930an.
Di tempat ini, pengunjung dapat menggali budaya aborigin bersama budaya Cina juga menambah wawasan yang lebih luas ke dalam budaya dan sejarah Taiwan. Di area seluas 62 hektar ini terdapat taman bertema asli yang beberapa wilayah utama selain Formosan Aboriginal Culture Village, yakni Taman Hiburan, dan Taman Eropa.
Kelompok-kelompok aborigin yang tersebar di di Taiwan telah menghidupkan kembali budaya tradisional mereka dan berbagi gaya musik dan bakat mereka yang berbeda dengan dunia. Mayoritas penduduk asli tinggal di daerah pegunungan, terutama di sepanjang pantai timur dekat Hualian dan Taitung. “Penting untuk tahu mengenai Suku Aborigin, karena mereka adalah penduduk asli Taiwan. Setiap negara pasti memiliki budaya yang dilestarikan, ditampilkan, sama halnya seperti di Taiwan,” kata salah seorang pengelola.
Suku Aboriginal menarik untuk dipelajari karena hingga saat ini kebudayaan Suku Aborigin masih tetap lestari meski telah ada sejak 8.000 tahun sebelum kedatangan pertama Han Cina pada abad ke-17. Taman hiburan ini menampilkan pertunjukan budaya asli, arsitektur, pakaian tradisional, kerajinan tangan. Di Culture Square, pengunjung kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan tradisional, yang semuanya penduduk asli Taiwan.
Dengan pakaian adat merah-merah beraksen hitam penuh manik-manik serta hiasan kepala dari bulu binatang, para perempuandan laki-laki menari-nari dengan iringan tabuhan musik tradisional. Itulah atraksi tarian menyambut tamu yang dilakukan oleh suku-suku asli Pulau Formosa.
Menurut Manajer Departemen Perencanaan Desa Budaya Asli Formosa, Richard Huang, saat ini ada 16 suku asli yang telah diakui oleh Pemerintah Taiwan, yakni Suku Amis, Atayal, Bunun, Hla`alua, Kanakanavu, Kavalan, Paiwan, Puyuma, Rukai, Saisiyat, Tao, Thao, Tsou, Truku, Sakizaya dan Sediq.
Sementara jumlah penduduk asli Formosa antara 400 ribu sampai 500 ribu orang dari total jumlah penduduk Taiwan yang 23 juta jiwa, dan diperkirakan telah mendiami pulau tersebut sejak 10 ribu tahun lalu, sebelum kedatangan bangsa Han dari China daratan baru pada abad ke-16.
Suku-suku ini kebanyakan mendiami Taiwan bagian timur dari utara ke selatan. Sebagian tinggal di dataran rendah dan sebagian lagi lebih terpencil di dataran tinggi. Menurut Huang, suku-suku asli Pulau Formosa hingga kini tidak banyak bercampur dengan bangsa yang datang dari daratan Tiongkok, dan justru termasuk dalam suku-suku berbahasa Austronesia.
Setelah mengunjungi Formosan Aboriginal Culture, pengunjung juga dapat menaiki gondola untuk menikmati panorama Danau Sun Moon. Atau jelajahi berbagai bangunan bergaya Eropa serta fasilitas hiburan seru di taman. The Sun Moon Lake, yang terletak di dekat wilayah yang diapit oleh bunga sakura yang mekar penuh membuat area ini memiliki bunga sakura yang paling banyak di Taiwan tengah.
Jansufun Fancyworld
Jansufun Fancyworld merupakan taman indah, yang menggabungkan hiburan teknologi tinggi dan realitas maya. Juga menampilkan flora lokal dari seluruh Yunlin dan Taiwan. Taman ini memiliki dua puluh delapan wahana di empat taman – SkyPlaza, Janfusun Kiddy Land, Vicky the Viking, dan Vicky the Water Park.
Di Jansufun Fancyworld sangat populer dan spesial karena menawarkan sensasi yang berbeda disetiap wahananya. Bermacam area yang dapat dieksplor dan adanya pertunjukan budaya lokal membuat taman hiburan ini semakin menarik. Serta, Janfusun Fancyworld menjadi taman hiburan kedua di Taiwan yang memiliki theme park dan waterpark secara bersamaan, setelah Yamay Resort (Lihpao Land).
Misalnya, pengunjung dapat menaiki bianglala, beragam roller coaster yang cukup ekstrim. G5 Diving Mechine. Belum lagi, wahana Insane Speed (disebut juga Crazy Coast), roller coaster dengan lintasan lebih panjang dan lebih berliku Wahana lainnya adalah Sky Jet, Inverter, Frisbee, Swinger, Poseidon, Flume Water Ride, dan lain-lain.
Ruang Sholat dan Makanan Halal
Di objek wisata Janfunsun Fancy World dan Formosan Aboriginal Culture Village juga bisa ditemukan ruang salat dan restoran halal. Bahkan di Formosan Aboriginal Culture Village ada “toilet halal”, yakni toilet basah yang biasa digunakan di Indonesia. Pasalnya Taiwan menggunakan toilet kering, yang mungkin kurang nyaman bagi wisatawan Muslim.
Di taman hiburan ini juga ada Restoran Maya yang beroperasi dengan sertifikat halal dari Asosiasi Muslim China (CMA), lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal untuk produk makanan, restoran, hingga hotel di Taiwan. (red/Juanda)



