TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ditopang Residensial, Penjualan PP Properti Melonjak 80%

Nurdian Akhmad
30 July 2018 | 14:34
rubrik: Business Info
Laba Bersih PP Properti 2017 Naik 21%

Grand Kamala Lagoon, Salah Satu Proyek Milik PP Properti (Foto: PP Properti)

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sampai semester I 2018, PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan pertumbuhan penjualan (marketing sales) cukup signifikan yakni 80% dibandingkan periode sama menjadi Rp 2,7 triliun. Pertumbuhan marketing sales disokong dari penjualan residential sekitar 90% dan commercial (hospitality dan shopping mall) sekitar 10%.

Naiknya penjualan perseroan ini pula yang menggenjot laba PP Properti pada semester I 2018. Aanak perusahaan PT PP Tbk (PTPP) ini berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp188 miliar atau tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp163 miliar.

“Seiring dengan datangnya kepercayaan investor asing asal Dubai ke Surabaya beberapa pekan lalu, marketing sales PPRO pun turut terangkat,” kata Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Menurut Taufik, proyek-proyek residential yang tengah digarap perseroan antara lain, Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, Ayoma, Amarta View, Begawan, dan lainnya. Sedangkan commercial diantaranya Park Hotel Jakarta, Park Hotel Bandung, Swissbel Hotel Balikpapan, Kaza City dan Mall Lave GKL.

Selain itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) pada posisi Juni 2018 adalah 0,75 kali dengan current ratio 2,69 kali.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan aset sebesar 32% dari Rp10,71 triliun di semester I-2017 menjadi Rp14,19 triliun pada semester I 2018.

Taufik mengatakan, untuk semester II-2018 diharapkan perseroam akan menerima pembayaran atas transaksi Bulk Sell yang muncul di Semester I-2018 dengan perkiraan nilai Rp756 miliar.

Tahun ini perseroan hanya menyiapkan belanja modal Rp1,8 triliun, di mana sekitar 75% diantaranya akan digunakan untuk pembayaran cicilan lahan Perseroan dan sisanya untuk pengembangan hotel dan mall juga setoran modal anak usaha. Sampai dengan Juni 2018 sudah terserap sekitar 40% dari total belanja modal tahun ini.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Selesaikan 87 PSN hingga Juli 2023

“Sebagian besar belanja modal kami prioritaskan membayar cicilan landbank, kalaupun ada hutang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu rasio keuangan akan terkendali dimana hutang berbunga akan diminimalisir,” lanjut Taufik.

Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan top line marketing sales mencapai Rp3,8 triliun, sedangkan untuk bottom line ditargetkan berkisar Rp510-Rp530 miliar.

Tags: pp properti
Previous Post

Produk Menabung Saham Ini Juga Dapat Proteksi Asuransi

Next Post

Pertamina Gelontorkan Rp 36 Triliun untuk Proyek Strategis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR