Jakarta, BusinessNews Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 5,01 persen.
“Pertumbuhan ini cukup bagus. Dan pendorong utamanya karena di triwulan II ini ada momen Ramadan dan Lebaran,” kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Senin (6/8/2018).Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2018.
Pertumbuhan ekonomi kuartal II juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat. Pada kuartal II 2018, tingkat konsumsi rumah tangga membaik menjadi 5,14% (year on year).
Berikut struktur pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran :
- Konsumsi Rumah Tangga 5,14%
- Konsumsi LNPRT 8,71%
- Konsumsi Pemerintah 5,26%
- PMTB (investasi) 5,87%
- Ekspor 7,70%
- Impor 15,17%
Suhariyanto menambahkan, penjualan eceran tumbuh bagus, penjualan mobil-motor juga tumbuh. Selain itu, gaji dan honor PNS serta volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga juga tumbuh positif. “Ini menunjukkan konsumsi rumah tangga menggeliat,” tuturnya.
Dari sisi konsumsi LNPRT didoring oleh kampanye, kegiatan pemilu legislatif, dan pemilu 2019. “Mereka sudah bergrak dan ada beberapa aktivitas politik berskala nasional buat konsumsi LNPRT naik,” kata Dia.
