TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penyaluran FLPP Lambat, BTN Siap Ambil Alih Porsi Bank Lain

Busthomi
6 August 2018 | 17:25
rubrik: Business Info
BTN Hari Ini Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun

Menara BTN. FOTO: RMOL

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga awal semester II-2018 ini dirasa kurang optimal. Banyak bank-bank yang mendapat jatah FLPP tapi masih kurang maksimal pengucurannya di paruh pertama tahun ini.

Untuk itu, agar bisa berjalan lebih cepat lagi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap untuk mengambil alih FLPP milik bank lain yang dianggap kurang optimal pengucurannya tersebut.

Menurut Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria, sejauh ini kucuran FLPP durasa masih kurang kencang. Makanya, pihaknya siap untuk mengambil alih kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema FLPP yang sebelumnya digarap bank lain.

“Tentu BTN sangat siap. Bila PPDPP (Pusat Pengelolahan Dana Pembiayaan Perumahan) menunjuk kami, BTN sangat siap,” tandas Budi di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sejauh ini, menurut Data Pusat Pengelolahan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ada sebanyak delapan bank yang belum menyalurkan FLPP secara maksimal hingga akhir semester I 2018.

Dengan masuknya BTN itu, jumlah bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP bertambah. Selain BTN, ada juga Bank Hana, yang dalam waktu dekat akan melakukan perjanjian kerja sama operasional (PKO), sehingga jumlah bank pelaksana seluruhnya menjadi 42 bank.

“Tahun ini, kami memang kembali mendapat persetujuan dari Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP itu,” jelasnya.

Sementara tahun lalu, kata dia, perseroan hanya menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), setelah pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih dari separuhnya.

Sejauh ini, BTN memang menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47 persen. Selain itu, perseroan juga menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12 persen.

BACA JUGA:   Indonesia Punya Tambahan 90 MW Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Dalam penyaluran dana FLPP, berdasar dari data tersebut, tahun ini PPDPP bekerja sama dengan 40 bank pelaksana, terdiri dari sembilan bank umum nasional dan 31 bank pembangunan daerah. Realisasi penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 31 Juli 2018 memang mencapai Rp 32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah.

Adapun untuk penerima skema FLPP tahun ini sebanyak 12.455 unit rumah senilai Rp 1,43 triliun.

Lebih jauh Budi Satria menegaskan untuk Program Satu Juta Rumah, BTN sudah menyalurkan KPR sebanyak 423.303 unit rumah dengan nilai Rp 38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

“Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit di antaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan,” pungkas dia

Tags: bank BTN
Previous Post

Soal Rilis Ekonomi Kuartal II, Pemerintah Soroti Kinerja Investasi

Next Post

IHSG Dibuka Menanjak ke Level 6.111

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR