TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Soal Rilis Ekonomi Kuartal II, Pemerintah Soroti Kinerja Investasi

Nurdian Akhmad
6 August 2018 | 17:12
rubrik: Ekonomi
Mengoreksi Asumsi Makro Indonesia 2017

Darmin Nasution/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2018 yang tumbuh sebesar 5,27% disambut positif pemerintah.  Pencapaian itu membuat pemerintah semakin optimistis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,4% hingga akhir tahun ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, untuk mengejar target, sektor industri, khususnya investasi harus didorong. Data BPS menunjukkan, pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tercatat 5,87%, melambat bila dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 7,95%.

“Sektor industrinya lambat. Itu yang harus kita coba dorong terus di Menteri Perindustrian dan industri-industrinya,” kata Menko di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Menurut Darmin, komponen investasi dan ekspor perlu digenjot untuk menyeimbangkan konsumsi rumah tangga. Pasalnya, faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 adalah konsumsi masyarakat yang terus berjalan. Pemerintah, kata dia, optimistis konsumsi akan terus tumbuh akibat inflasi yang terjaga.

Selain itu, menurut Menko, masa panen raya yang bergeser dari maret ke April dan Mei juga turut mendorong pertumbuhan pendapatan sehingga mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal II-2018.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27% melampaui target pemerintah yang dipatok sebesar 5,16%-5,17% di periode tersebut. “Pertumbuhannya lebih tinggi dan kami harapkan bagus. Ini terutama karena merupakan hasil domestic demand yang kuat,” ujarnya.

Menuru Sri Mulyani, terdapat beberapa komponen pertumbuhan ekonomi yang naik lebih tinggi dari perkiraan. Diantaranya konsumsi yang tumbuh jauh lebih tinggi yakni 5,17%. “Berarti apa yang kami lakukan selama ini, seperti stabilisasi harga itu bisa menjaga,” tambah Sri Mulyani.

Belum lagi efek hari raya, puasa, libur panjang Lebaran, yang menimbulkan pengaruh cukup bagus di paruh pertama tahun ini.Selain itu, bergesernya panen juga membawa efek positi ke pertumbuhan ekonomif. “Lalu tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 itu juga memberikan hal yang positif,” katanya.

BACA JUGA:   KSP: Kontraksi Kuartal III Mengecil, Sinyal Adanya Pemulihan Ekonomi

Meski begitu, ia menilai, investasi masih di bawah target yang diharapkan. Terlihat dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh di bawah 6%. Padahal di tiga kuartal sebelumya pertunbuhan PMTB sekitar 7%.

“Itu harus kita sikapi secara hati-hati. Apakah kemarin karena libur panjang, karena dari manufaktur juga rendah, jadi mungkin ada korelasi, trade off antara konsumsi yang jadi bagus, tapi manufaktur dan investasi agak lemah,” jelas Sri Mulyani.

Tags: pertumbuhan ekonomi
Previous Post

Sentimen Pertumbuhan Ekonomi Dongkrak IHSG ke 6.101

Next Post

Penyaluran FLPP Lambat, BTN Siap Ambil Alih Porsi Bank Lain

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR