TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Garam Jajaki Kerja Sama dengan China Salt Industry

Nurdian Akhmad
8 August 2018 | 10:36
rubrik: Business Info
PT Garam Jajaki Kerja Sama dengan China Salt Industry

foto: dok KBRI Tiongkok

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Guna memenuhi kebutuhan produksi garam nasional yang selama ini masih sangat bergantung dengan impor, Duta Besar Indonesia untuk RRT, HE Djauhari Oratmangun melakukan  penjajakan kerja sama PT Garam (persero) ke perusahaan garam terbesar  negara Tiongkok, China Salt Industry Corporation (CNSIC).

Hadir dalam penjajakan  bisnis tersebut Prof Eniya Listiani Dewi, komisaris PT Garam, Deputi untuk Informasi, Energi, dan teknologi Kimia di BPPT  di dampingi Direktur Farmasi dan Medika, BPPT Imam Paryanto.

PT Garam merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi garam di Indonesia, dengan kapasitas produksi 350 ribu ton/tahun. Usaha dan produksi garam tidak terlalu besar karena bergantung iklim dan dihasilkan secara on-farm. Kualitas dan kuantitasnya belum terlalu banyak.
Sementara itu kebutuhan garam di Indonesia 4.5 juta ton/tahun, selain PT Garam, penghasil garam adalah petani garam dengan total lahan 25 ribu hektare (5.000 hektare milik PT Garam).

Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang ada hanya 2.3 juta ton/tahun, sisanya masih impor. Target PT Garam tahun 2021 mau memenuhi 50% demand dalam negeri.

Kunjungan tersebut untuk mengetahui cara memproduksi garam dalam jumlah yang banyak dengan kualitas yang baik. CNSIC memproduksi 18 juta ton/tahun dan sebagian besar merupakan garam sumur (tambang garam), sehingga produksinya tidak bergantung pada musim.

“Kami akan ikut mendorong kerjasama PT Garam dengan CNSIC, termasuk kemungkinan berinvestasi dan berproduksi agar  Indonesia mengurangi impor, malah mungkin ekspor,”  ujar Djauhari. dalam keterangan pers tertulis yang diterima redaksi, Rabu (8/8/2018).

BACA JUGA:   Dubes RI Tinjau Pabrik Pengolahan Sampah Modern di Yuncheng
Tags: Dubes RI di TiongkokPT Garam
Previous Post

AXA Financial Resmikan Kantor Pemasaran ke-52 di PIK

Next Post

Ambil Alih Blok Sanga-Sanga, Ini Keuntungan Pertamina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR