TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sistem Keuangan RI Perlu Dikembangkan Ikuti Kecepatan Pasar

Nurdian Akhmad
19 May 2014 | 15:53
rubrik: Ekonomi
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat mengembangkan sistem keuangan di Indonesia dengan mengeluarkan regulasi mengikuti pasar. Hal tersebut sejalan dengan stabilitas sistem keuangan yang semakin sulit karena pasar keuangan global yang semakin terintegrasi.

“Sistem keuangan kita perlu selalu dikembangkan agar regulasi dan juga regulator tidak ketinggalan dari pasar. Kalau bisa, kita antisipasi ketinggalan itu. Selain itu kita juga harus kembangkan makroprudential regulatory framework. Meski sudah dikeluarkan oleh BI, tapi ini perlu dikembangkan lagi,” ujar Guru Besar Ekonomi UGM (Universitas Gadjah Mada) Sri Adiningsih, di Jakarta hari ini.

Dia mengungkapkan, guna memerkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakseimbangan eksternal, BI harus bisa mengatur serta mengawasi dana jangka pendek. “Kita harus mengawasi dana yang masuk dan dana yang keluar jangka pendek,” tukasnya.

Selain itu, perlindungan kepada investor di pasar keuangan dianggap penting agar investor atau penabung domestik menjadi tuan rumah di sistem keuangan domestik. “Jika investor terproteksi dengan baik, maka saya yakin akan semakin meningkatkan kualitas ketahanan sistem keuangan kita,” ucap Sri.

Lebih lanjut dirinya menilai, bahwa Indonesia tidak bisa membangun ekonominya lebih baik lagi jika sistem keuangan tidak stabil. “Saya rasa menjaga stabilitas sistem keuangan semakin sulit karena saat ini pasar keuangan di global semakin terintegrasi,” paparnya.

Penilaiannya tersebut sejalan dengan kondisi sistem keuangan di Indonesia yang masih relatif dangkal dan sempit. “Kegagalan sistem keuangan telah menyebabkan krisis keuangan pada perbankan dan krisis ekonomi yang saya kira ongkosnya itu mahal,” tutup Sri. (ZIZ)

EDITOR: DHI

 

BACA JUGA:   Analis: Rupiah Mungkin Melemah Lagi Hari Ini
Previous Post

Jelang Ramadan, Bank Perlu Perhatikan Likuiditas

Next Post

BI Kembali Minta Korporasi Cermati Utang Luar Negeri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR