TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Berharap Sentimen Positif Domestik

Busthomi
9 August 2018 | 09:32
rubrik: Ekonomi
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kemungkinan bisa kembali tertahan. Untuk itu, laju rupiah sangat tergantung pada sentimen positik dalam negeri.

Mengutip Bloomberg pada sesi pembukaan pagi ini, mata uang Republik Indonesia itu dibuka di level Rp 14.435 atau menguat tipis 4 poin atau 0,03 persen dari penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 13.439.

Menurut analis pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, kembali terapresiasinya USD dapat menahan peluang Rupiah untuk dapat bergerak positif.

“Sehingga diperkirakan, pelaku pasar pun akan memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan permintaan atas USD pada hari ini,” ungkap Reza dalam analisis proyeksi rupiah, Kamis (9/8/2018).

Untuk itu, kata dia, diharapkan masih adanya sentimen positif dari dalam negeri agar dapat menahan potensi pelemahan Rupiah tersebut.

“Makanya, pelaku pasar tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujarnya.

Reza pun memperkirakan, laju rupiah pada hari ini diproyeksi akan bergerak di kisaran 14.436-14.425.

Lebih jauh dia menegaskan, pada perdagangan kemarin, terapresiasinya laju USD seiring dengan pernyataan Tiongkok yang akan mengenakan tarif kembali atas barang-barang impor dari Tiongkok, membuat laju rupiah tertahan.

Sedang di sisi lain, lanjut Reza, sikap Tiongkok tersebut membuat laju CNY melemah. Kondisi inipun juga dibarengi dengan pelemahan GBP seiring dengan masih berlanjutnya pembahasan terkait Brexit (Britanian Exit).

“Pelemahan kedua mata uang tersebut membuat laju USD menguat dan pada akhirnya berimbas pada pergerakan Rupiah dimana kenaikannya menjadi terbatas,” papar dia.

BACA JUGA:   Sentimen Penambahan Kasus Covid Pengaruhi Rupiah
Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

IHSG Dibuka Merosot ke 6.092

Next Post

Asuransi Sinar Mas Targetkan Jual 2.500 Polis Simas Pet Insurance

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR