Jakarta, BusinessNews Indonesia – Membuka perdagangan pada Selasa (14/8/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 14,7 poin atau 0,25% ke level 5.846,46. Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini terus menguat ke angka Rp 14.619.
Ada 40 saham menguat, 75 saham melemah, dan 96 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp53,3 miliar dari 29.9 juta saham diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 6,9 poin atau 0,75% menjadi 916,33, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,6 poin atau 1,04% ke 633,89, indeks IDX30 turun 3,7 poin atau 0,74% ke 498,55.
Seluruh penggerak IHSG bergerak melemah, dengan sektor mining melemah paling besar turun 1,78%, kemudian disusul industri dasar 0,68% dan keuangan turun 0,52%.
Pelemahan IHSG yang terjadi ini seiring dengan pelemahan yang terjadi pada bursa global. Pelemahan ini dipicu oleh krisis finansial yang terjadi di Turki akibat adanya penerapan kenaikan tarif baja dan aluminium dari AS serta belum adanya langkah dari pemerintah Turki yang mampu mendorong kestabilan mata uangnya yang mengalami pelemahan signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah negara terutama Eropa dan Asia.
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona merah pada perdagangan awal pekan kemarin (13/08). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.50% ke level 25187, S&P tertekan 0.40% ke level 2821 dan Nasdaq turun sebesar 0.25% ke level 7819.
Sedangkan bursa regional mayoritas bergerak negatif pagi ini. Indeks Nikkei 225 naik 1,28% ke 22.136,930, sedangkan Indeks Komposit Shanghai melemah 0,30% ke 2.777,440, Indeks Strait Times turun 0,22% ke 3.238,300, dan Indeks Hang Seng naik 0,53% ke 27.788,109.
