Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan rupiah terhadap dollar AS (USD) masih terus mengalami pelemahan seiring adanya krisis di Turki. Untuk perdagangan hari ini pun, rupiah kembali dibuka melemah.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level 14.615, pada Selasa (14/8/2018) atau melemah dari penutupan perdagangan kemarin di posisi 14.607. Bahkan laju mata uang NKRI ini terus anjlok dalam 30 menit pertama sejak diperdagangkan ke posisi Rp14.630.
Menurut analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, masih adanya sentimen negatif dari krisis Turki, membuat masih berlanjutnya penguatan laju USD, sehingga sejumlah mata uang utama global cenderung melemah.
“Tentunya kondisi tersebut dapat membuat laju Rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya,” ungkap dia dalam daily report-nya, Selasa (14/8/2018).
Ditambah lagi, kata dia, dengan belum adanya sentimen berita yang dapat mengangkat Rupiah di dalam negeri, potensi rupiah terhindar dari jurang pelemahan masih jauh.
Meski kondisinya seperti itu, dia berharap aksi jual dapat lebih terbatas agar Rupiah tidak melemah lebih dalam lagi. Makanya, diri memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 14.622-14.580 yang berarti memang sudah melebihi tenggat resistennya.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah lebih dalam lagi,” kata dia.
Sebelumnya, dia menegaskan, perdagangan kemarin terjun bebasnya rupiah lebih dipengaruhi oleh masih melemahnya mata uang Lira Turki dan EUR yang membuat pergerakan USD kian menguat.
“Akibatnya laju Rupiah pun, sesuai perkiraan sebelumnya, kembali terdepresiasi. Padahal dari dalam negeri tidak adanya berita negatif. Tapu pelaku pasar cenderung meningkatkan permintaannya atas USD,” ujarnya.
