Jakarta, BusinessNews Indonesia—Holcim Indonesia selalu menjadikan program CSR sebagai prioritas. Dan dalam hal itu, anggaran program CSR selalu ada.
“Bagi Holcim, dana CSR selalu menjadi prioritas terakhir untuk dipotong. Sekalipun pertumbuhan perusahaan terganggu, anggaran CSR tidak boleh berkurang,” kata Corporate CSR Manager Holcim Indonesia, Ummu Azizah, di Jakarta (15/8/2018), dalam wawancara dengan Dewan Juri Top CSR 2018, yang digelar Majalah BusinessNews Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa dalam hal area cakupan, program CSR Holcim Indonesia tidak hanya ada di Pulau Jawa. Ada juga yang berlangsung di luar Pulau Jawa. “Misalnya, di Aceh Besar,” kata dia.
Salah satu contoh menarik program CSR Holcim Indonesia bisa dilihat di Cilacap, Jawa Tengah. Ada program alih profesi nelayan jaring apong menjadi pengrajin batik. Program tersebut memerlukan keterampilan dan seni tersendiri, oleh karena di wilayah tersebut belum ada tradisi membatik.
“Program alih profesi para nelayan itu memerlukan waktu dua tahun,” kata Ummu.
Sebelumnya, para nelayan itu menggunakan jaring apong untuk menangkap ikan, dan hal itu sebenarnya dilarang karena mengganggu kelancaran pelayaran di Segara Anakan.
Kata Ummu lagi, Holcim punya misi perusahaan yang sangat mendukung aktivitas CSR. “Itu adalah poin ‘sustainable solution for our stakeholders’,” dia berkata.
