Jakarta, TopBusiness—Pada masa dampak Covid-19 terjadi tahun 2020 sampai saat ini, aktivitas CSR (corporate social responsibility) oleh Asuransi Sinar Mas, tetap berjalan. Ada beberapa program unggulan untuk CSR pada waktu tersebut.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi Marisina Samosir, dalam presentasinya untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2021, yang digelar Majalah TopBusiness melalui jaringan internet.
Dumasi menjelaskan bahwa CSR saat Covid-19 tersebut, ditujukan ke para pemangku kepentingan. Yakni para karyawan, nasabah, mitra binaan, dan lain-lain.
Untuk para karyawan, perusahan asuransi tersebut menggelar program donasi sembako. Untuk para nasabah, Asuransi Sinar Mas mengintensifkan edukasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pada masyarakat sekitar, yang diimplementasikan adalah CSR berbentuk donasi sembako, donasi perlengkapan mencucinya tangannya seperti wastafel, dan lain-lainnya sejenisnya. “Adapun untuk Program Rumah Kreatif Sinar Mas, kami membantu para mitra binaan agar tetap produktif,” Dumasi memaparkan.
Untuk para rekanan, Asuransi Sinar Mas menggelar CSR berbentuk sosialisasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, donasi peralatan medis ke tenaga medis pada rumah sakit, dan lain-lain sejenisnya.
CSR Literasi Keuangan
Dumasi juga memaparkan bahwa, pada masa pandemi global tersebut, CSR literasi keuangan oleh Asuransi Sinar Mas tetap berjalan. Aktivitas tersebut berlangsung secara online atau melalui jaringan internet.
Untuk tahun 2021, program CSR literasi keuangan tersebut ditargetkan berlangsung pada 14 lokasi yang tersebarnya di seluruhnya wilayahnya Indonesia. “Mulai Februari tahun 2021 ini, CSR kami pun sudah mulai mengacu ke ISO 26000.”
Anggaran CSR pada perusahaan asuransi tersebut asalnya dari laba bersih perusahaan. “Sekitar 1% sampai 2% dari laba bersih, kami alokasikan untuk CSR,” kata Dumasi.
Dijelaskan pula bahwa, untuk tahun 2020, pendapatan premi pada Asuransi Sinarmas melampaui target, sekalipun dampak Covid-19 terjadi. Pencapaian pendapatan premi tahun 2020, mencapai Rp 12-an triliun. Sementara itu, targetnya adalah Rp 11,7 triliun. “Awal tahun 2020, memang perolehan pendapatan tersebut sempat terhambat. Akan tetapi, mendekati akhir tahun, perolehannya semakin kencang,” Dumasi menjelaskan.
