Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pasar properti di Jakarta, kondisi pergerakannya masih biasa saja saat ini. Belum banyak pergerakan dalam beberapa kuartal terakhir.
Hal tersebut dikatakan oleh konsultan properti dari Savills Indonesia, Anton Sitorus, di jakarta hari ini, dalam paparan hasil riset terbaru ke sejumlah wartawan.
Anton mengatakan bahwa, sebagai contoh, di pasar perkantoran CBD Jakarta, tingkat kekosongan pada semester pertama 2018, sebesar 22,8 persen. Sementara, di waktu yang sama tahun 2017, angka itu di 18,4 persen.
Permintaan ruang kantor CBD Jakarta di semester pertama 2018 hanya di 30.000-an m2.
“Kalau di semester kedua 2018 permintaannya juga 30.000-an m2, total di tahun itu hanya 60.000-an m2. Angka ini jauh lebih kecil daripada saat masa puncak,” kata Anton.
Adapun di pasar properti ritel CBD Jakarta, pengelola banyak yang melakukan renovasi, untuk menata ulang komposisi penyewa. Ini dilakukan saat pasar belum banyak bergerak.
“Kalau pasar sedang ramai, aktivitas tersebut sulit dilakukan,” kata Anton.
Dikatakan, ekonomi Indonesia kini tidak banyak naik walau masih positif.
“Untuk bisnis termasuk pasar properti, kondisi ini masih pas untuk optimis. Sekalipun tidak banyak pertumbuhan tinggi,” ucap Anton.
