TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Blok Cepu Produksi 80.000 Barel; 2015 di 165.000 Barel

Nurdian Akhmad
22 May 2014 | 12:54
rubrik: Capital Market
Wakil Presiden RI Boediono, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, dalam Pembukaan Konvensi IPA (Foto: Dadang Subur/BusinessNews)
Wakil Presiden RI Boediono, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, dalam Pembukaan Konvensi IPA (Foto: Dadang Subur/BusinessNews)

Jakarta,businessnews.id — Blok Cepu akan mulai berproduksi sekitar 80.000 barel per hari pada tahun ini. Sedangkan pada 2015, diperkirakan mencapai produksi sampai 165.000 barel per hari. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, di Jakarta (21/5).

“Saya ingin, target tersebut tercapai sebelum masa jabatan saya selesai,” kata dia.

Menurut Menteri Jero Wacik, pemerintah perlu melakukan lagi eksplorasi di lapangan-lapangan yang baru. Ia mengakui, untuk minyak, memang saat ini sudah berkurang cadangannya. Tapi sebaliknya, untuk gas, semakin besar potensi cadangannya, terutama di wilayah timur Indonesia. “Banyak penemuan baru di gas,” ucapnya.

Ia mengatakan, sektor migas (minyak dan gas) akan semakin baik sekarang dan ke depan. Menurutnya, hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya negara-negara yang berpartisipasi dalam konvensi Indonesian Petroleum Association (IPA) yang digelar di Jakarta Convention Center, sedari Rabu sampai Jumat pekan ini.

“Tahun ini ada 25 negara yang ikut. Tak mungkin perusahaan ini mau capek-capek ikut ke sini (Konvensi IPA) kalau industri migas Indonesia tidak menarik dan menjanjikan. Sudah terbukti stabil. Paling tidak 10 tahun belakangan,” ucap dia.

Selain itu, dalam paparannya, ketahanan energi memang menjadi target pemerintah. “Itu tugas berat. Saya sudah keluarkan catur dharma. Tapi itu harus diperkuat lagi.”

Persoalan ketahanan energi, tentunya amat berkaitan dengan pembangunan refinery yang hingga saat ini masih saja belum terealisasikan.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, saat dikonfirmasi perihal pembangunan kilang di Bontang, belum bisa mengumumkan siapa saja investor yang berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

Dirinya baru dapat mengumumkan para investor tersebut pada Juni 2014. Kata dia, kebanyakan investor itu berasal dari Amerika dan juga Eropa. Namun ia tidak hafal detil nama perusahaannya.

BACA JUGA:   Kantongi Rp 244 M dari IPO, RISE Kembangkan Dua Proyek High Rise

“Paling tidak, ya bulan depan kami umumkan (para investornya). Ada dari Amerika dan Eropa, namanya saya nggak ingat,” ungkapnya. (DANG)

EDITOR: DHI

Tags: blok cepu
Previous Post

Wakil Presiden RI Minta Percepatan Produksi Sumur Minyak

Next Post

Chevrolet Turunkan Harga Onderdil Sampai 40%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR