TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mulai Ada Sentimen Positif, Rupiah Dibuka Menguat di Posisi 14.810

Busthomi
13 September 2018 | 09:35
rubrik: Business Info
Volatilitas Rupiah Bikin Pemerintah Susah Patok Nilai Tukar di RAPBN 2019

ilustrasi: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pafa hari ini mulai menunjukkan keperkasaannya usai beberapa hari terpuruk.

Mengutip Bloomberg, Kamis (13/9/2018), rupiah dibuka di level Rp14.810 atau menguat dari penutupan kemarin di posisi 14.832. Bahkan tak lama setelah dibuka, laju rupiah juga kian menghijau ke angka 14.785 atau naik 47,5 poin.

Menurut analis pasar uang dari AAEI, Reza Priyambada kembali adanya sejumlah berita dan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia telah membuat nilai tukar rupiah berada di zona hijau.

“Dengan adanya serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah itu diharapkan masih bertahan untuk membuat laju Rupiah tetap pada kenaikannya,” ungkap Reza, dalam daily report-nya, Kamis (13/9/2018).

Dia berharap, tren pelemahan Rupiah yang berkurang itu juga diharapkan dapat kembali berlanjut. “Tapi tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” saranya.

Dengan kondisi rupiah yang menguat itu, Reza pun memprediksi pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang 14.840-14.827.

“Ternyata aanya penilaian upaya Pemerintah untuk kembali menarik aliran modal asing di tengah volatilitas yang terjadi pada sejumlah negara emerging market telah memberikan dorongan pada Rupiah,” kata dia.

Ditambah lagi, lanjut dia, adanya kenaikan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menjadi berita positif.

Tingkat bunga penjaminan dalam rupiah dan valas di bank umum masing-masing naik 25 bps menjadi 6,5 persen dan 50 bps menjadi sebesar 2 persen.

“Ini dilakukan untuk mengakomodasi pengetatan moneter dan kecenderungan risiko likuiditas yang lebih tinggi akibat meningkatnya penyaluran kredit,” jelas Reza

BACA JUGA:   Sentimen The Fed akan Buat Rupiah Kembali di Zona Merah
Tags: rupiah
Previous Post

Inilah Prioritas Ari Askhara Benahi Garuda Indonesia

Next Post

IHSG Dibuka Menanjak ke Level 5.847

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR