
Jakarta, businessnews.id — 50 juta masyarakat Indonesia merupakan strata ekonomi kelas menengah. Kelas menengah ini merupakan kelas padat pangan dan energi. Kelas ini termasuk pengguna energi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik yang sangat boros.
Jero Wacik, menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) RI di Jakarta (23/5/2014) mengatakan, keborosan itu dapat terpantau dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah: Program Hemat Energi dan Listrik.
Program ini sangat sulit dilaksanakan oleh kelas tersebut. Kesadaran mereka terhadap penghematan energi masih sangat rendah. “Seperti harus mematikan lampu jika tidak diperlukan, atau menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi, itu buat mereka sangat sukar,” kata Menteri Jero Wacik.
“Mereka, kelas menengah ini mengatakan, ini hak saya, dan saya punya uang untuk membeli, membayar energi tersebut, sangat ironis,“ terang dia.
Tegas dia, apabila masyarakat kita bisa melakukan penghematan BBM dan energi listrik, tentu subsidi BBM yang setiap tahun disediakan negara dengan angka Rp 400 triliun ini bisa dialihkan posnya untuk hal yang lain.
“Itu bisa di bidang pendidikan atau kesehatan,” kata dia. (AL)
EDITOR: DHI