
Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup telah meluncurkan program green banking sejak 2010.Namun sayangnya, jumlah para bankir yang memahami lingkungan hidup masih minim. Itu dikatakan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan, kini baru terdapat 200 bankir yang mengikuti pelatihan mengenai risiko lingkungan hidup. “Jumlah ini akan terus ditingkatkan sebab tidak semua bankir yang mengerti lingkungan hidup.”
Saat ini, dia mengatakan, total pembiayaan perbankan yang digunakan untuk proyek berwawasan lingkungan seperti pembiayaan biodesel, bioenergi, pertanian organik,industri hijau, dan eco-tourism, baru mencapai Rp 15,5 triliun. Itu angka hingga kuartal I 2014.
Di samping itu, OJK akan kembali meninjau aturan perbankan tentang keuangan berkelanjutan atau sustainable finance.
“Peningkatan portofolio pendanaan akan [diarahkan] membantu penyelesaian permasalahan ekonomi terkait kemandirian energi, pertanian, dan perindustrian,” kata dia. (ZIZ)
EDITOR: DHI