Jakarta, TopBusiness—IFC, anggota kelompok Bank Dunia, telah untuk pertama kalinya menerbitkan surat utang berwawasan lingkungan (green bond) berdenominasi Rupiah untuk pasar internasional (Komodo Bond).
Obligasi ini menarik minat yang kuat dari investor dan berhasil mengumpulkan dana Rp 2 triliun—setara dengan USD 134 juta—untuk mengatasi perubahan iklim.
Nena Stoiljkovic, Vice President IFC untuk Asia dan Pasifik, mengatakan bahwa penerbitan Green Komodo Bond di pasar luar negeri berdenominasi Rupiah ini merupakan yang pertama dilakukan oleh bank pembangunan multilateral untuk investasi ke proyek-proyek terkait perubahan iklim di Indonesia.
“Minat yang kuat dari berbagai kelompok investor internasional adalah bukti meningkatnya ketertarikan akan investasi yang bertanggung jawab sosial di Indonesia,” kata dia dalam keterangan pers yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness.
Dia berkata, obligasi berwawasan lingkungan, atau obligasi hijau, yang berjangka lima tahun yang akan didaftarkan ke Bursa Efek London dan Bursa Efek Singapura ini, akan mendukung pasar mata uang lokal di Indonesia, dan mendanai obligasi berwawasan lingkungan pertama yang diterbitkan di Indonesia oleh klien IFC, yakni Bank OCBC NISP.
“Hasil penjualan obligasi ini akan membiayai infrastruktur ,juga proyek-proyek yang mengatasi perubahan iklim, sesuai dengan prinsip-prinsip Obligasi Hijau (Green Bond Principles),” dia menjelaskan.
Penulis/Editor: Adhito
