TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IPO Superkrane Oversubscribed 11 Kali, Ini Pemicunya

Nurdian Akhmad
8 October 2018 | 16:23
rubrik: Capital Market
BEI Harap Shinhan Ikut Tumbuhkan Investor Reksa Dana

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Superkrane Mitra Utama Tbk baru saja merampungkan proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yaitu pada 3-5 Oktober 2018 lalu.

Namun ternyata, animo para pelaku pasar terhadap saham perseroan sangat tinggi. Sehingga menyebabkan alami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 991 persen atau hampir 11 kali.

Menurut John Octavianus, Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas, selaku penjamin pelaksana emisi efek IPO Superkrane, menyebut ada tiga faktor yang membuat saham perdana perusahaan ini diburu investor.

“Pertama, perseroan sangat terkait dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kedua, Superkrane adalah perusahaan penyewaan crane terbesar di Indonesia. Ketiga, valuasi saham IPO Superkrane murah,” ujar John di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Saham Superkrane sendiri dilepas di harga Rp 700 per saham. Jumlah saham yang dilepas mencapai 300 juta atau setara 20 persen saham setelah IPO. Dengan demikian, perseroan pun meraup dana Rp 210 miliar.

“Dengan harga IPO Rp 700, maka EV/EBITDA saham Superkrane mencapai 4,2 kali berdasarkan estimasi kinerja 2019, diskon 40% dari rata-rata perusahaan pembanding sejenis 7 kali,” ujar dia.

Kondisi itu pun diklaim dia, IPO Superkrane sangat menarik. Apalagi di saat kondisi pasar yang volatile (bergejolak), tapi minat investor relatif kuat.

“Sehingga seluruh saham IPO terserap dengan valuasi yang optimal,” tutur John.

Mayoritas saham IPO itu, lanjut dia, dialokasikan kepada investor jangka panjang, yang terdiri atas beberapa dana pensiun, aset manajemen, dan high networth investor. Dengan harga pelaksanaan Rp 700, seluruh saham dapat terserap oleh investor jangka panjang.

Berdasarkan prospektus Superkrane, sebanyak 50 persen dana hasil IPO digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian crane baru, 25% untuk membayar utang dan sisanya untuk modal kerja.

BACA JUGA:   Sewa Kantor CBD Mahal, Nariba Office Dibangun di Mampang

“Rencananya pencatatan saham Superkrane akan berlangsung Kamis (11/10) esok,” kata dia.

Penulis: Tomy

Tags: iposuperkrane
Previous Post

Presiden Jokowi: Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Untungkan RI

Next Post

Sektor Consumer Goods dan Manufaktur Dongkrak IHSG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR