Jakarta, TopBusiness – Country Head JLL Indonesia, James Allan, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa mendekati tahun politik, minat investor untuk berbisnis properti di Indonesia masih cukup tinggi. Itu khususnya untuk sektor hunian dan logistik.
“Investor asal Jepang, Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura, masih secara konsisten menunjukkan minat investasi itu,” kata Allan dalam media brieffing ke sejumlah media di Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Allan berkata, realisasi investasi asing dan lokal diharapkan tidak menemui halangan yang signifikan di tahun politik.
Sementara, beberapa konsultan JLL Indonesia, memaparkan kondisi pasar properti Jakarta di kuartal ketiga 2018. Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto, mengatakan bahwa aktivitas peluncuran baru oleh pengembang, masih terlihat di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dari unit-unit yang diluncurkan, terlihat adanya penyerapan oleh pasar sehingga tingkat penjualan relatif stabil di 63%.
“Pasokan kondominium baru dengan kemudahan akses transportasi masa depan seperti LRT/MRT, kombinasi ukuran yang kecil, dan harga yang terjangkau, menjadi konsep yang diminati konsumen,” kata Vivin.
Adapun Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, mengatakan bahwa pergerakan pasar perkantoran di kuartal ketiga 2018 tetap positif. Meski tidak sebesar triwulan sebelumnya. Harga sewa masih terus terkoreksi dan tingkat hunian masih dalam tekanan.
Adapun di sektor ritel, kata Taylor, membuat pusat perbelanjaan lebih atraktif masih menjadi agenda utama peritel dan lanflord. “Tingkat serapam pasar kondominium untuk kuartal ketiga tetap stabil,” kata dia.
