Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahan. Meski di perdagangan sebelumnya sempat menguat.
Mengutip Bloomberg, dalam sesi perdagangan pagi rupiah dibuka di posisi 15.196. Angka tersebut melemah 9;poin dari penutupan kemarin di posisi 15.187. Dan pergerakannya terus di zona merah dalam 30 menit pertama ke posisi 15.206 atau melemah 19,5 poin alias 0,13 persen.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, pergerakan Rupiah yang kemarin menguat diharapkan kembali terapresiasi seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari internal.
“Adanya langkah dari Pemerintah untuk menahan pelemahan Rupiah diharapkan bisa membuat laju Rupiah dapat bertahan positif,” kata Reza dalam daily report-nya, Selasa (23/10/2018).
Ditambah lagi, lanjut dia, perkiraan suku bunga 7D-RR akan tetap di level 5,75 persen diharapkan dapat menjadi sentimen positif pada Rupiah.
Namun begitu, kata dia, ternyata rupiah sudah melemah dengan dikuti kenaikan laju USD seiring adanya sentimen negatif global.
“Terutama dari masih adanya kekhawatiran akan masalah anggaran di Italia dan kesepakatan Brexit (Britain Exit),” jelas dia.
Dengan kondisi tersebut, Reza memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran di kisaran 15.185-15.172 sepanjang hari ini.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujar dia.
Penulis: Tomy
