Jakarta, TopBusiness—Setelah sebelumnya mendapatkan perlambatan, pasar properti di kawasan Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan) mulai kembali tumbuh. Di sini, ada pendorong tertentu, yaitu sudah akan selesainya jalur kereta MRT yang melintas di kawasan itu.
Principal Ray White Fatmawati Boulevard, Ida Hera, mengatakan hal itu di Jakarta (25/10/2018), dalam wawancara dengan wartawan Majalah TopBusiness.
Hera mengatakan, saat ini, sejumlah pemilik properti banyak yang ingin menjual dengan harga lebih tinggi. Semisal, unit ruko (rumah toko) yang berharga kisaran Rp 3 miliar, ditawarkan dengan harga Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar.
Di samping itu, sejumlah pembeli sekaligus investor properti, mulai bergerak mencari rumah sekunder di Jalan Fatmawati dan sekitarnya. Rumah itu akan dijadikan instrumen investasi.
Hera mengatakan, berlangsungnya tahun politik terkait Pemilu 2019, tidak berpengaruh kepada pasar properti di kawasan tersebut. “Malah, di semester dua tahun 2018 ini, pasar di sini mulai lebih bergerak,” kata dia.
Diperkirakan, dengan beroperasinya kereta MRT di Maret tahun 2019, pasar properti di Fatmawati dan sekitarnya lebih terdorong lagi.
“Utamanya untuk properti komersial,” Hera menambahkan.
Penulis: Adhito
