Jakarta, TopBusiness – PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menggunakan kode emiten CAKK dan melepas 25 persen sahamnya ke publik.
Namun sayangnya, saat sesi perdagangan perdana itu, saham CAKK langsung anjlok 25,6% ke Rp125 per saham. Perseroan sendiri melepas di harga perdana di posisi Rp168 per lembar saham. Dengan begitu, saham CAKK anjlok 43 poin dari harga awal.
Pada posisi tersebut, saham perusahaan yang lebih dikenal dengan merek produk keramik Kaisar itu diperdagangkan dengan nilai transaksi sebanyak 41 frekuensi, di mana volume transaksi mencapai 26,307 lot dengan nilai perdagangan Rp 319,54 juta.
Menurut Direktur Utama CAKK, Johan Silitonga, dari proses penawaran umum perdana saham (IPO) ini, CAKK akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 50,4 miliar.
Perseroan akan menggunakan sebesar 38 persen dana hasil IPO untuk melunasi pinjaman bank.
“Sementara sebanyak 20 persen bakal dipakai untuk pelunasan dan instalasi mesin, 6 persen untuk penyelesaian gedung produksi baru, dan sisanya untuk modal kerja,” jelas dia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Pada Mei 2018 silam, kata dia, perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 17,83 persen menjadi Rp 99,97 miliar. Hal itu disebabkan adanya peningkatan volume penjualan sebesar 10,12 persen.
Di saat bersamaan, lanjutnya, CAKK menerbitkan sebanyak 75 juta waran seri I yang dapat dikonversi menjadi saham baru yang dikeluarkan dari portepel. Adapun harga pelaksanaan waran sebesar Rp 188.
Kaisar keramik memulai bisnisnya di tahun 1997, dan sudah mendistribusikan produknya ke Eropa, Amerika, Kanada, Australia, New Zealand, Afrika dan Asia.
Penulis: Tomy
