TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kurs Rupiah di APBN 2019 Ditetapkan Rp 15.000

Nurdian Akhmad
1 November 2018 | 13:03
rubrik: Ekonomi
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Pemerintah bakal semakin waspada dengan ditetapkannya asumsi makro untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar Rp15.000 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019.

Hal itu diutarakannya, lantaran asumsi makro nilai tukar rupiah yang ditetapkan dalam APBN 2019 tersebut, telah mengalami revisi dari yang sebelumnya ditawarkan pemerintah kepada DPR RI sebesar Rp14.500 untuk 2019.

“Yang jadi sorotan dan perlu kita waspada adalah nilai tukar rupiah yang asumsi 2019, dilakukan revisi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Meski begitu, menurut Menkeu, nilai tukar tersebut pada dasarnya akan terus bisa bergerak akibat sentimen negatif pelaku pasar uang terhadap rupiah. Karena, itu pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan kondisi ekonomi domestik terjaga. Terlepas, ada pula ancaman dari faktor global.

Terutamam kondisi kenaikan suku bunga acuan bank sentral negara-negara maju, khususnya suku bunga bank sentral AS atau Fed Fund Rate. Sentimen itu terus mengakibatkan aliran modal asing keluar dari negara-negara emerging market seperti Indonesia.

“Kita (rupiah) dalam posisi undervalued. Tekanan timbulkan sentimen negatif, dan ada potensi untuk stabil dan bertahan. Kami paham bahwa saat ini banyak bank sentral harus lakukan adjustment (suku bunga acuan),” tutur Sri.

Dia pun menegaskan, koordinasi di tataran internasional pun terus dilakukan. Sehingga, dampak negatif ekonomi global dapat diredam.

“Bank AS sudah lakukan komunikasi beberapa kali. Turki dan Argentina, mereka melakukan dari sisi policy moneter untuk menjaga nilai tukar. Dalam hal ini, BI juga jaga nilai tukar Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Rupiah Bertahan di Atas Level Rp 14.000/Dolar AS, Menkeu: RI Jauh dari Krisis
Tags: APBN 2019kursMenkeu
Previous Post

Ini yang Diberikan Lion Air kepada Korban Pesawat Jatuh

Next Post

Jakpro Targetkan LRT Beroperasi Awal 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR