
Jakarta, businessnews.id — Menteri keuangan M. Chatib Basri menyatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi pada APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) 2014 di angka 5,5 persen. Atau turun dari APBN 2014 yang di angka 6 persen. Perubahan itu untuk memberi ruang fiskal pada pemerintahan baru.
Menurut Menteri Chatib Basri di Jakarta hari ini, dari pemaparan dua calon presiden, secara umum ingin menciptakan lapangan pekerjaan guna mengurangi angka kemiskinan. “Nah, satu-satunya cara untuk menciptakan lapangan kerja, harus dengan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen.”
Sehingga untuk mencapai angka pertumbuhan tinggi pada era pemerintahan baru, perlu memberi ruang fiskal dengan melambatkan laju pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2014.
”Sehingga sekarang kita lambatkan dulu LPE (laju pertumbuhan ekonomi), maka pemerintah yang akan datang bisa membuat LPE tinggi,” kata dia.
Untuk menciptakan LPE di atas 7 persen harus dibiayai oleh investasi, namun sekarang rasio tabungan nasional dalam negeri hanya 32 persen dari GDP (gross domestik product) sedangkan untuk tumbuh tinggi butuh investasi 37 persen. Jadi ada kekurangan 5 persen, kata dia.
Sehingga pilihannya adalah meningkatkan rasio tabungan. Tabungan 32 persen bisa menghasilkan LPE 7 persen, kata dia.
Selain itu, Menteri Chatib Basri berkata, harus terbuka dengan investasi baik itu asing maupun dalam negeri. Dalam hal ini, sebaiknya memilih FDI (foreign direct investment) sebab tidak mudah keluar lagi. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito