TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hingga November, WIKA Raih Kontrak Rp 34,24 Triliun

Nurdian Akhmad
7 December 2018 | 16:08
rubrik: BUMN, Business Info
Pasar Tak Kondusif, WIKA Tunda IPO

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 34,24 triliun hingga bulan November 2018.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Puspita Anggraeni, menyebut besarnya kontrak baru yang didapat WIKA tidak lepas dari kontribusi segmen infrastruktur dan gedung serta properti yang tumbuh signifikan di bulan ini.

Menurutnya segmen infrastruktur dan gedung, tercatat berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 26,17 triliun. Diikuti segmen industri yang berhasil mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 4,62 triliun, segmen properti sebesar Rp 1,78 triliun dan segmen energi dan industrial plant sebesar Rp 1,67 triliun.

Adapun proyek-proyek yang berhasil diraih WIKA hingga November 2018 di antaranya proyek pembangunan Bendungan Sadawarna Paket 1 sebesar Rp 617,48 miliar, proyek Bendungan Randu Gunting Jawa Tengah sebesar Rp 550 miliar, proyek pembangunan 6 Ruas Tol Dalam Kota sebesar Rp 549,58 miliar dan pembangunan Pabrik Pupuk Amonium Nitrat (KAN) sebesar Rp 441,60 miliar.

Sementara itu, berdasarkan project owner, mayoritas kontrak baru perseroan berasal dari sektor private yaitu sebesar 52,57 persen, dilanjutkan sinergi BUMN sebesar 26,33 persen dan Pemerintah sebesar 21,11 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa WIKA telah dipercaya oleh sektor private sebagai perusahaan kontraktor yang andal,” ungkap Puspita dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (7/12).

Hingga November 2018, WIKA juga telah mencatatkan progres signifikan dalam pencapaian kontrak baru. Tercatat pertumbuhan kontrak baru pada November 2018 naik 20 persen dari capaian bulan sebelumnya, atau senilai Rp 5,7 triliun.

Puspita yakin bahwa sejumlah proyek dari sektor infrastruktur akan berhasil diraih pada akhir Desember 2018, sehingga target kontrak baru tahun 2018 dapat tercapai.

BACA JUGA:   PUPR Luncurkan Aplikasi Sistem Peringatan Dini Manajemen Risiko Program Padat Karya
Tags: wika
Previous Post

Waskita Karya Garap Proyek Arena PON Papua Senilai Rp 401 Miliar

Next Post

Tol Trans Jawa Sudah Utamakan Keselamatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR