TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tol Trans Jawa Sudah Utamakan Keselamatan

Busthomi
7 December 2018 | 16:46
rubrik: Business Info
11 Tempat Istirahat di Tol Pejagan-Batang

Sumber Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan menargetkan jaringan Jalan Tol Trans Jawa dari Merak-Surabaya bakal tersambung di penghujung tahun ini.

Konektivitas antarkota di Pulau Jawa itu akan semakin baik. Tak hanya dari sisi akses mobilitas orang dan barang, tapi juga tol ini sudah memprioritaskan aspek keselamatan pengguna jalan tol itu sendiri.

Hal ini terutama mengemuka dalam Pra Uji Laik Fungsi dan Keselamatan Lalu Lintas, pada Jumat (7/12/2018) ini seperti dalam keterangan media yang diterima.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, ada sejumlah hal yang ditekankan pemerintah terkait konektivitas Jalan Tol Trans Jawa ini. Salah satunya adalah regulasi yang manyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Nanti beberapa regulasi terkait dua hal itu akan diperbaiki dan ditambah. Tapi aspek keselamatan adalah yang utama,” ujar Budi.

Terkait hal ini, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI untuk mendapat masukan mengenai keselamatan, kondisi teknis, fisik jalan tol, dan lain-lain.

“Jangka pendek kita, menyuarakan kepada masyarakat luas, bahwa kita tak main-main. Kita ingin (Trans Jawa) bisa dilewati saat Natal nanti,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), Desi Arryani menyampaikan, kegiatan menyusuri Jalan Tol Trans Jawa bersama Kemenhub ini bukan hanya untuk memastikan uji laik operasi dan kesiapan fisik, tapi juga keselamatan.

“Kami concern dengan masalah keselamatan. Kami akan pastikan itu. Sehingga pengguna jalan akan selamat dan merasa nyaman. Jadi, isu saat ini keselamatan. Jelang mudik Natal ini, masih ada waktu bagi kami untuk melengkapi semuanya mulai dari penambahan rambu dan perangkat keselamatan lain-lainnya,” ujar Desi.

BACA JUGA:   Wapres Ma’ruf Amin: Pembangunan Rusun bagi Masyarakat jadi Roll Model Kota Bersih

Jasa Marga menaruh perhatian serius terhadap aspek keselamatan berkendara di jalan tol. Sebelum suatu jalan tol dioperasikan, maka jalan tol tersebut harus melalui uji laik operasi.

Hal ini, misalnya, dapat dilihat saat Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 28 November 2018 lalu. Sebelum jalan tol itu diresmikan, PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), kelompok usaha JSMR yang mengelola ruas tol itu telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi.

Sertifikat tersebut tertuang dalam Surat Dirjen Bina Marga No. JL02.01-Db/1.212 tertanggal 25 Oktober 2018. Surat tersebut menyatakan, secara umum, Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi laik operasi dan direkomendasikan untuk dioperasikan sebagai jalan tol.

Kegiatan pengujian keselataman ini selain mereka berdua, juga diikuti Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto, pihak Korlantas Polri, (BPJT) Kementerian PUPR, dan jajaran direksi JSMR.

Penulis: Tomy

Tags: Tol trans jawa
Previous Post

Hingga November, WIKA Raih Kontrak Rp 34,24 Triliun

Next Post

Anak Usaha Bermasalah, SOCI Terancam Sanksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR