TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Anies Resmikan Mesin Pengolah Beras PT Food Station

Nurdian Akhmad
20 December 2018 | 17:33
rubrik: BUMD
Anies Resmikan Mesin Pengolah Beras PT Food Station

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Guna menjaga pasokan beras di Ibukota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan mesin pengolah beras “Rice Milling Unit” (RMU) di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur.

Mesin ini mampu untuk menambah kapasitas produksi beras dari 8.000 ton per bulan menjadi 9.000 ton.

Anies menyebutkan, mesin pengolah beras ini merupakan terobosan dari kinerja PT Food Station sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Dengan peresmian mesin baru ini, katanya, akan membantu memastikan kebutuhan pokok warga Jakarta terpenuhi dengan baik. Yaitu dengan memberikan pasokan kebutuhan pokok yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Teknologinya canggih. Insya Allah ini akan membuat Food Station Tjipinang lebih baik lagi kinerjanya. Kita sampaikan inovasi-inovasi di Food Station agar didorong terus. Supaya membantu memastikan kebutuhan di Jakarta terpenuhi dengan baik,” ujar Anies saat peresmian RMU di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2018).

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo menyampaikan, peresmian mesin tersebut merupakan bagian dari kesiapan management untuk menyongsong tantangan di tahun berikutnya.

“Dengan mesin baru,  dapat meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya 8000 ton per bulan menjadi 9.500 ton per bulan. Itu untuk menjamin ketersediaan pangan penduduk DKI Jakarta,” kata Arief.

Selain peningkatan kapasitas produksi, katanya, diperlukan juga pengelolaan pangan yang baik dan sistematis. Yaitu dengan cara memotong rantai pasok yang terlalu panjang.

“Sesuai dengan arahan pak Gubernur, kita ditugaskan mencari sumber-sumber terbaik. Kemudian kita ketemu petani-petani lokal. Kenapa harus langsung ke sana, untuk memotong rantai pasok yang terlalu panjang,” terang Arief.

Selain peresmian mesin baru, acara tersebut juga dibarengi dengan peluncuran brand tepung terigu dan susu UHT.

BACA JUGA:   CSR Food Station Sudah Mengacu ISO 26000 SR

Jelang Tahun Baru

Pada kesempatan itu, Gubernur Anies Baswedan memastikan pasokan kebutuhan pokok di DKI Jakarta aman hingga akhir tahun 2018.

Anies juga mengatakan, stok bahan pokok berupa beras saat ini di pasar Cipinang ada 52 ribu ton. Sedangkan kebutuhan di Jakarta untuk mencapai stabilitas harga itu berada di posisi 30 ribu ton. Adapun stok bahan pokok yang ada di dalam gudang PT Food Station Tjipinang Jaya ada sekitar 10 ribu ton.

“Jadi kita sangat aman posisinya. Insya Allah dengan pasokan yang terjamin maka harga akan stabil,” kata Anies dalam keterangan persnya.

Tags: berasFood StationGubernur DKI
Previous Post

BI Pertahankan BI Rate di 6%

Next Post

BI Rate Tetap, IHSG Turun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR