Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut seanjang 2018 ini banyak perusahaan-perusahaan mencari pendanaan di pasar modal.
Tercatat hingga hari ini, dana yang digalang dari sektor ini telah mencapai Rp16,01 triliun. Jumlah tersebut berarti mengalami peningkatan 68% dibandingkan tahun lalu.
“Dengan penggalangan dana tersebut menjadi yang terbanyak di ASEAN ini,” ungkap Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/12/2018).
Angka tersebut, kata dia, antara lain berasal dari kehadiran sebanyak 57 emiten baru yang telah melakukan proses penawaran umum perdana saham (initial public ofdering/IPO). Dengan jumlah tersebut maka total emiten sampai 2018 ini mencapai 619 emiten.
Selain itu, lanjut Inarno, perusahaan yang tercatat pada tahun ini juga yang terbanyak sepanjang sejarah BEI atau semenjak BEI privatisasi pada 1992 lalu.
Lebih jauh dia menegaskan, BEI mencatat kenaikan investor pada tahun 2018 ini. Tercatat, jumlah investor saham di pasar modal tahun ini per 27 Desember naik 35% lebih dari 222 ribu investor, menjadi 851 ribu.
“Kemudian aktivitas perdagangan, sampai dengan 27 Desember rata-rata harian transaksi mencapai Rp 8,5 triliun per hari atau naik 11%,” tutur dia.
Di sisi lain, tambah Inarno, rata-rata frekuensi perdagangan juga kembali mengalami kenaikan sebesar 24 persen menjadi 386.696 kali per hari.
“Hal itu merupakan terbesar atau tertinggi di bursa-bursa regional Asia, bahkan melebihi Thailand,” pungkas dia bangga.
Penulis: Tomy
