
Jakarta, businessnews.id — Manajemen PT Minna Padi Investama (kode emiten: PADI) menyatakan tidak mengetahui penyebab terjadinya volatilitas saham mereka akhir-akhir ini. “Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah disampaikan dalam keterbukaan informasi tentang saham bonus,” kata Direktur Minna Padi Investama, Triny Talesu, di Jakarta.
Triny, dalam keterbukaan informasi yang dilansir hari ini oleh manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan mengetahui adanya transaksi saham yang dilakukan oleh pemegang saham tertentu yakni Eveline Listijoputro. “Itu sesuai dengan perjanjian penjualan atau pembelian kembali saham yang kami buat,” kata dia.
Dia pun mengatakan, aksi korporasi yang dijadwalkan setidaknya tiga bulan mendatang, adalah pembagian saham bonus sesuai rapat umum pegang saham tanggal 21 Mei 2014. “Pencatatan saham tambahan sebagai rangkaian bonus tersebut, akan dilakukan 23 Juni 2014,” kata dia.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham PADI ada di harga Rp 810 per lembar. Mengacu ke data transaksi di BEI, itu berarti naik 19% bila dibandingkan saat penutupan perdagangan kemarin.
Data dari Dunia Investasi menunjukkan bahwa, 2 Juni 2014, harga saham PADI di Rp 1.342 per lembar. Tren penurunan harga terjadi sampai kemarin yang di Rp 680 per lembar.
Penurunan harga tertinggi terjadi di 13 Juni 2014. Di situ, ada penurunan harga sekitar 23% dari Rp 1.081 per lembar menjadi Rp 873 per lembar. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito